Generasi Milenial di Surabaya Diharapkan Bisa Jadi Penangkal Efek Negatif Politik Aliran

rangka HUT 70 Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Minggu (28/10/2018).

Generasi Milenial di Surabaya Diharapkan Bisa Jadi Penangkal Efek Negatif Politik Aliran
bobby Koloway/surya
Pengamat Sosial Politik, RM Dr Haryatmoko, memberikan sambutan pada Seminar bertajuk "Peran Generasi Milenial dalam menghadapi Politik Identitas" dalam rangka HUT 70 Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Minggu (28/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Politik aliran yang bersifat sektarian dinilai masih menjadi isu utama dalam pemilu 2019 mendatang.

Mengantisipasi dampak negatif hal ini, anak muda yang juga disebut generasi milenial bisa menjadi penangkal.

Hal inilah yang menjadi pokok bahasan dalam Seminar bertajuk "Peran Generasi Milenial dalam menghadapi Politik Identitas" dalam rangka HUT 70 Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Minggu (28/10/2018).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Jonathan Judianto, yang hadir pada acara ini mendorong anak muda untuk tak alergi terhadap politik.

Mobil Rombongan Warga NU Asal Blitar Dilempar Botol Berisi Air, Pelaku Kendarai Motor Matic

"Anak muda harus melek politik," kata Jonathan pada penjelasannya.

Generasi milenial harus memahami bahwa Indonesia beragam dan kaya.

"Kalau memahami ini semua kami memiliki keyakinan akan ada generasi yang tumbuh dengan toleransi yang tinggi," katanya pada TribunJatim.com.

Politik aliran seringkali menimbulkan politik identitas yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Yang mana, politik aliran seringkali digunakan untuk menggalang suara.

"Itu kan sebagai cara saja untuk mendapatkan suara. Padahal, yang dibutuhkan adalah vote bukan voice. Pada intinya, kami tidak berharap politik identitas bisa berkonotasi negatif," katanya.

Pria di Kediri Ditemukan Tewas Terbakar Saat Bakar Daun Kering

Pengamat Sosial Politik, RM Dr Haryatmoko yang hadir pada acara ini juga menyampaikan bahwa politik identitas atas dasar agama menjadi lahan subur saat ini. Agama seringkali menggeser diskusi tentang nilai yang mengajarkan tentang pentingnya diskusi di ruang publik.

Sehingga, hal ini menimbulkan proses pemaksakan nilai-nilai.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved