Dinskes Jatim Akan Panggil Pimpinan RS Dr Soetomo, Soal Dugaan Kasus Pelecehan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Kohar Hari Santoso akan memanggil pihak Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya atas dugaan kasus pelecehan seksual

Dinskes Jatim Akan Panggil Pimpinan RS Dr Soetomo, Soal Dugaan Kasus Pelecehan
TRIBUNJATIM.COM/SULVI SOFIANA
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso (kanan) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Kohar Hari Santoso akan memanggil pihak Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya atas dugaan kasus pelecehan seksual yang telah dilakukan oleh oknum rumah sakit kepada pasien kecelakaan yang dirawat di rumah sakit tersebut.

"Kami mulai dari pimpinan rumah sakit setelah itu pada dokternya, karena biasanya dari pimpinan rumah sakit sudah mengklarifikasi kepada yang bersangkutan terlebih dahulu," kata Kohar pada TribunJatim.com, Selasa (30/10/2018).

 Kohar menegaskan dirinya belum mendapatkan laporan secara detail atas dugaan kasus tersebut, karena di RS Dr Soetomo sendiri pada Senin (29/10/2018) sedang ada penilaian akreditasi internasional.

Terkait dugaan kasus pelecehan sendiri, Kohar enggan berkomentar banyak.

Polisi Periksa Delapan Saksi Dugaan Kasus Pelecehan Pasien Korban Kecelakaan di RSUD Dr Soetomo

"Tapi secara prinsip memang harus diperiksa head to toe (pemeriksaan fisik dari kepala hingga ujung kaki), tapi masalahnya ini bukan bongkar mesin. Kalau dengan mobil anda mau dibetulkan aki nya bannya harus dicopot duluan, karena untuk mencapai aki tadi harus membongkar ban, nah sekarang juga sama bagaimana mau memeriksa kalau tidak begitu, tapi ini masalahnya manusia," lanjutnya pada TribunJatim.com.

Untuk melakukan penanganan terhadap manusia, kata Kohar ada unsur etika medis yang harus dilakukan, namun kadang-kadang bisa timbul miss interpretasi dan salah pengertian.

"Kalau secara prosedural ya dibuka, misalnya untuk stetoskop kalau terhalang baju kan juga tidak bagus," lanjutnya.

Kohar lalu mencontohkan bagaimana dokter obgyn (spesialis kandungan dan kebidanan) memeriksa pasiennya hingga ke jalan lahir.

Ibunda Pilot Lion Air JT-610 Bhavye Suneja di India Alami Syok, Sempat Mengurung Diri di Kamar

"Pasti harus dibuka, tapi etikanya itu yang harus dipastikan, nah ini yang saya belum tahu sampai sejauh mana dan belum klarifikasi," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PJR (23), kopilot satu maskapai penerbangan nasional diduga menjadi korban pelecehan seksual dokter jaga di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Pelecehan seksual terjadi saat PJR dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soetomo setelah mengalami kecelakaan bersama temannya, Rabu (24/10/2018) di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

Saat dirawat di IGD, korban mengaku ditelanjangi oleh oknum dokter dengan dalih untuk keperluan medis.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved