Tak Hanya Universitas, Huawei Indonesia Perluas Program SmartGen di SMK hingga Pendidikan Maarif NU

Huawei Indonesia memperluas cakupan program Smart Generation (SmartGen) 2018. Tak hanya di lingkup 8 universitas saja.

Tak Hanya Universitas, Huawei Indonesia Perluas Program SmartGen di SMK hingga Pendidikan Maarif NU
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Director of Goverment Affairs Public Affairs and Communications Department Huawei Indonesia, Yenty Jorman (kedua dari kiri) dan Deputi GM Area Java East Huawei Indonesia, Eni Tur Endah (kedua dari kanan) usai konferensi pers program SmartGen 2018 di The Consulate Surabaya, Selasa (30/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Huawei Indonesia memperluas cakupan program Smart Generation (SmartGen) 2018.

Tak hanya di lingkup 8 universitas saja yang tercatat sebagai mitranya, melainkan juga 12 SMK di 10 kota di Indonesia  yang ikut program SmartGen Penyelarasan SMK dan Dunia Kerja, serta di satuan lingkungan pendidikan LP Ma'arif NU melalui program SmartGen Smart Community.

Deputi GM Area Java East Huawei Indonesia, Eni Tur Endah mengatakan, tahun ini program SmartGen diperluas cakupannya dengan sasaran penerima manfaat sebanyak 1.000 siswa SMK yang berasal dari 12 SMK di 10 kota.

Huawei Indonesia Cetak Sumber Daya TIK Lewat Smart Generation 2018

Kemudian, 300 siswa di satuan lingkungan pendidikan LP Ma'arif NU, serta sedikitnya 1.500 mahasiswa di 8 universitas di Indonesia, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

"Perluasan cakupan program ini dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia sekaligus kapasitas tenaga kerja di bidang teknologi dan informasi," katanya saat konferensi pers di The Consulate Surabaya, Selasa (30/10/2018).

Dia menambahkan, hal itu dilakukan melihat saat ini pembangungan infrastruktur tengah gencar dilakukan di berbagai daerah, apalagi ditambah perkembangan teknologi yang semakin cepat, bahkan sudah menuju revolusi industri 4.0 hingga jaringan 5G.

Mulai Samsung hingga Huawei, Ini Nih Daftar Perangkat Android yang Kebagian Game Fortnite

Ibu Alviani, Pramugari Lion Air JT-610 Mengaku Alami Kejadian Aneh Dua Hari sebelum Kecelakaan

"Nah ini kalau tidak dipersiapkan mulai dari sekarang, SDM ini bisa terancam bahkan kekurangan. Karena potensi industri teknologi dan informasi ke depannya semakin meningkat," terangnya.

Dia mengakui, rata-rata kebutuhan pekerja di sektor teknologi informasi dan komunikasi untuk semua project tender di area Jatim, Bali, Nusa Tenggara saja sekitar 400-500 tim.

Dalam satu tim terdiri atas beberapa pekerja instalasi yang memang SDM ini sangat dibutuhkan oleh industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Mengintip Perbedaan Samsung Galaxy A7 dan Galaxy A9, dari Spesifikasi hingga Harga

Teknologi Terbaru Hyper Boost OPPO Tawarkan Tiga Tingkatan Ini, Cocok untuk Para Gamers

"Huawei ini banyak dipercayai oleh industri TIK dalam hal SDM. Nah, melalui program SmartGen ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan industri TIK tersebut, utamanya terkait SDM," ujarnya.

Adapun program SmartGen yang diinisiasi Huawei sejak 2017 ini, merupakan satu di antara sarana untuk mengembangkan dan membekali talenta muda Indonesia dengan pengetahuan berbasis teknologi informasi.

Melalui program tersebut, Huawei Indonesia menawarkan bebagai program pelatihan seperti Huawei Experieme Day, Huawei Tech Day, program pelatihan bersertifikat, serta program Seeds for the future. 

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved