Pesawat Lion Air Jatuh

Ortu Pramugari Lion Air Alviani di Madiun Masih Shock, Bupati Perintahkan Kesehatannya Terus Dicek

Ortu pramugari Lion Air Alviani di Madiun masih shock, Bupati perintahkan kesehatannya terus dipantau serius.

Ortu Pramugari Lion Air Alviani di Madiun Masih Shock, Bupati Perintahkan Kesehatannya Terus Dicek
TRIBUNJATIM/RAHADIAN BAGUS
Petugas kesehatan dari Puskesmas Gantrung, Kabupaten Madiun sedang memeriksa kondisi kesehatan Suakrtini, orangtua pramugari Lion Air Alfiani Hidayati Solikah, Kamis (1/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Orangtua Alviani Hidayatul Solikha, Sukartini masih mengalami syok. Kondisi kesehatan ibu satu anak ini mengalami penurunan.

Sesuai dengan perintah dari Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro, tim medis dari Puskesmas Gantrung setiap hari melakukan pemantauan kesehatan terhadap kedua orang tua Alfi.

Petugas medis di Puskesmas Gantrung, dr Kirnia Tri Wulandari, mengatakan kondisi ibu kandung Alfi saat ini masih mengalami syok. Namun, secara umum kondisi fisik ibu satu anak ini masih normal.

"Sudah, tadi perawat kami ke sana, kebetulan baru bisa menemui ibunya Alfi, ayahnya sedang tidur. Tapi kemungkinan, besok perawat kami akan ke sana lagi. Hasilnya dari pemeriksaan ibunya tekanan darah 110/70,  suhunya masih normal, pernafasan normal, semuanya normal," kata dr Nia saat dihubungi, Kamis (1/10/2018) sore.

Meski demikian, kata dr.Nia, Sukartini tampak lemas dan murung. Selain itu, bibir Sukartini tampak kering, karena mungkin kurang minum.

"Pada waktu kami ke sana ibunya dalam kondisi pucat, bibirnya kering, wajahnya tampak murung, pas waktu kami tanya, menjawab seadaanya. Ada indikasi ibunya kurang minum, bibirnya kering. Mungkin nafsu makannya juga kurang, karena kelihatan lemes, tidak seperti orang yang normal," jelasnya.

Hingga saat ini tim medis dari Puskesmas Gantrung belum memberikan obat-obatan atau vitamin kepada Sukartini, meski sudah tampak lemas.

"Sementara ini, belum ada intervensi obat. Tapi tidak tahu besok, kalau  mungkin kondisinya kurang baik, tensi menurun, bibirnya masih kering, mungkin akan kami beri beberapa vitamin. Kalau ada keluhan sulit tidur mungkin bisa diberi obat penenang," katanya.

Selain memeriksa kondisi kesehatan fisik orangtua korban, pihak tim medis Puskesmas Gantrung juga mempunyai programer, yang akan memberikan pendampingan dan konseling agar kondisi jiwa orangtua korban lebih  tenang.

"Belum ada rencana untuk menghadirkan pakilog, mungkin yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan, lebih ke faktor ketenangan.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved