Breaking News:

Pengedar Ganja Di Bawah Umur Divonis 10 Bulan, JPU: Prosedur dan Proses Sesuai Sistem Peradilan Anak

Warga Perumda Penjaringan Sari, Surabaya, itu didakwa terkait kasus pengedaran ganja yang masih di bawah umur.

Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Ayu Mufihdah KS
Net
Ilustrasi penjara 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Cokorda Gede Arthana menjatuhkan vonis 10 bulan pidana penjara kepada ARM (16).

Warga Perumda Penjaringan Sari, Surabaya, itu didakwa terkait kasus pengedaran ganja yang masih di bawah umur.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suparlan Hadiyanto mengaku, vonis itu jauh lebih ringan dari tuntutannya.

Sebab, Suparlan sebelumnya meminta agar terdakwa dihukum satu tahun penjara.

“Saat sidang dihadiri orang tua terdakwa, pihak bapas (balai pemasyarakatan) serta kuasa hukumnya, seluruh prosedur dan proses persidangan sesuai dengan sistem peradilan anak,” kata Suparlan, Kamis (1/11/2018).

Salah Pergaulan, Kurir Narkotika Di Bawah Umur Divonis 10 Bulan Pidana Penjara PN Surabaya

Selain itu, kata Suparlan, proses peradilan kepada ARM terbilang cukup cepat dibanding tahanan lainnya.

Sebab, penanganan perkara anak harus cepat sehingga jaksa dan hakim dibatasi dengan masa penahanan anak yang singkat.

“Tahapan dan hak-hak anak berhadapan dengan hukum terkait pledoi dan esepsi tetap diberikan kesempatan dan ruang yang sama dengan jaksa oleh hakim anak yang menyidangkan perkara itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, ARM ditangkap Polsek Rungkut di sebuah rumah kos di kawasan Medokan Ayu, Surabaya.

Daging Ayam Ras Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Malang pada Oktober 2018

Dari tempat tersebut, polisi menemukan sejumlah narkotika jenis sabu, ganja, hingga pil double L yang siap edar ditemukan.

Saat penangkapan, ARM tak seorang diri, melainkan bersama Sobirin (20) dan Aldi (19), warga Kedung Asem.

Ketiganya kemudian ditetapkan jadi tersangka penyalahgunaan narkotika.

Kepada polisi, ketiganya mengaku mengedarkan narkotika itu kepada beberapa orang yang dikenalnya di kawasan kos-kosan.

Dari penjualan barang haram itu, tersangka mengaku mendapat upah Rp 25 ribu per poket.

Dinas Perdagangan Kota Malang Targetkan 5,5 Miliar dari e-Retribusi Pasar pada Tahun 2019 Mendatang

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved