Pria di Mojokerto Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Rumah Singgah

Warga Perumahan Jabon Estate Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto digegerkan penemuan jenazah pria pada Kamis (1/11/2018).

SURYA/DANENDRA KUSUMA
Petugas mengevakuasi jenazah Bambang Priyanto di Jabon Estate Mojokerto pada Kamis (1/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Warga Perumahan Jabon Estate Jalan Raya Jabon, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto digegerkan penemuan jenazah pria pada Kamis (1/11/2018).

Pria bernama bernama Bambang Priyanto (60) itu ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kamar mandi.

Yang pertama kali mengetahui Bambang tidak bernyawa di dalam kamar mandi adalah Eko (30), tetangga Bambang.

Eko menceritakan, saat itu ia curiga rumah yang ditempati Eko dalam keadaan terbuka.

Rumah tersebut diketahui hanya digunakan untuk tempat singgah dan jarang ditempati.

(OJK Malang Beri Tips Warga Agar Tak Tertipu Produk Janji Manis Investasi Bodong, Mudah Banget!)

(Akun Penyebar Informasi Penculikan Anak, Dikenai Wajib Lapor ke Polres Malang Kota)

"Padahal, rumah ini jarang ditempati, sang pemilik merupakan pengusaha yang saat ini sedang berada di Bali" terangnya.

Eko melanjutkan, melihat rumah dalam keadaan terbuka sontak membuat dirinya curiga.

"Saya akhirnya mencoba masuk ke rumah untuk memastikan keadaan," lanjutnya.

Saat berada di teras rumah dia tak menemukan tanda-tanda kejanggalan.

Namun, setelah menyusuri lebih dalam dan membuka pintu kamar mandi, dia terkejut melihat mayat laki-laki yang hanya mengunakan sarung dan kaos siglet dengan kondisi separo tangannya berada di dalam air.

"separuh tangan korban berada di dalam ," jelasnya.

(UMK Kota Batu 2019 Ditetapkan Rp 2,575 Juta, Buruh Malah Bilang Tak Ngaruh)

(Tak Terima Pompa Air Milik Ibunya Dicopot, Pria di Ponorogo Serang Warga dengan Keris Hingga Terluka)

Kasat Sabhara Polres Mojokerto AKP Bambang Eko Sujarwo mengatakan, dari pemeriksaan saksi dan menantu korban yang saat itu sudah berada di lokasi, Korban memang sudah lama mengidap penyakit Darah Tinggi

"Kata keluarga dia rutin melakukan cuci darah. pada saat kemarin sempat terkendala administrasi, sehingga hari ini seharusnya korban melakuan pemeriksaan," pungkasnya.

Sementara Bambang meninggal lantaran penyakit darah tinggi. Namun, pihak kepolisian masih akan melakukan penyidikan untuk memastikan penyebab meninggalnya Bambang.

Reporter: TRIBUNJATIM NETWROK/Danendra Kusuma

(Diimunisasi Difteri, Siswa di Kota Mojokerto Berontak dan Menangis)

(Beri Iming-iming Makan Enak di Restoran, Kakek di Surabaya ini Tiga Kali Cabuli Siswi SD)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved