Tujuh WNA Asal Mesir dan India Ditangkap Petugas Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya

Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya memamerkan tujuh WNA pada press release Jumat (2/11/2018) sore.

Tujuh WNA Asal Mesir dan India Ditangkap Petugas Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Tujuh Warga Negara Asing asal India dan Mesir ditahan sementara oleh Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya, Jumat (2/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya menangkap tujuh Warga Negara Asing (WNA).

Ketujuh WNA itu dihadirkan saat press release pada Jumat (2/11/2018) sore.

Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I Tanjung Perak Surabaya, Romi Yudianto mengatakan, ketujuh WNA itu berasal dari Mesir dan India.

"Kami periksa administrasi mulai ijin tinggal dan beragam dokumen mereka, ternyata benar ada pelanggaran dari ijin tinggalnya," terang Romi saat press release, Jumat (2/11/2018) sore.

(Massa Dari 32 Organisasi di Tulungagung Gelar Aksi Damai Tolak Khilafah dan HTI)

(5 Kesaksian Detik-detik Jatuhnya Lion Air JT 610, Asap di Antara Roda Pesawat, Laut Bergetar)

Romi menambahkan, tujuh dari 10 WNA itu ditangkap usai melakukan kegiatan di atas kapal MV Zack Bachacha 1 milik PT Java Ocean Shipping, milik seseorang yang berkewarganegaraan Kanada.

"Ownernya asal Kanada," sambung Romi.

Sedangkan, Kepala Divisi Keimigrasian Jatim, Zakaria menyebutkan, ketujuh WNA ilegal itu melewati batas ijin tinggal.

Menurutnya, ijin tinggal ketujuh WNA itu seharusnya telah habis lima bulan yang lalu.

"Ijin tinggalnya lewat dari lima bulan, sudah kami tangkap, untuk sementara kami tempatkan di Rumah Imigrasi di Bangil," beber Zakaria kepada awak media.

Halaman
12
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved