Pesawat Lion Air Jatuh

Kesedihan Istri Syachrul Penyelam yang Gugur Saat Evakuasi Lion Air: Kayaknya Berat Melepaskan Dia

Syachrul meninggal dalam tugas penyelamatan evakuasi pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP pada Jumat (2/11/2018)

Kesedihan Istri Syachrul Penyelam yang Gugur Saat Evakuasi Lion Air: Kayaknya Berat Melepaskan Dia
facebook.com/syachrul.anto
Syachrul Idris atau Anto, seorang penyelam dari Indonesia Diving Rescue Team asal Surabaya yang turut dalam operasi SAR pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jiwa kemanusiaan Syachrul alias Anto (48), seorang anggota Indonesia Diving Rescue Team diakui keluarga sudah melekat sejak empat tahun silam.

Syachrul meninggal dalam tugas penyelamatan evakuasi pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP pada Jumat (2/11/2018).

Syachrul kali pertama menjadi relawan saat tragedi AirAsia tahun 2014.

Sejak itu, hobi menyelam menjadi bekal utama Syachrul untuk menjadi relawan dan membantu para korban bencana.

Syachrul juga berangkat membantu evakuasi bencana gempa dan tsunami di Palu pada September 2018.

Pesan Terakhir Penyelam yang Gugur Saat Cari Lion Air, ke Istri: Jalan untuk Pulang Menjumpai Takdir

Selama satu minggu pulang dari Palu, Syachrul kemudian berangkat ke Yogyakarta bersama keluarganya.

Namun sesampainya di sana, Syachrul pamit meninggalkan keluarganya untuk berangkat ke Jakarta, karena ingin membantu proses evakuasi Lion Air JT 610 PK-LQP.

Itu semua diungkapkan oleh sang istri, Lyan Kurniawati.

"Dia tidak pernah bilang enggak kalau ada musibah. Dia selalu berangkat," ujarnya ditemui di rumah duka, Jalan Bendul Merisi, Surabaya, Sabtu (3/11/2018).

Fakta-fakta Penyelam Evakuasi Lion Air PK-LQP Meninggal Dunia: Catatan Dokter hingga Unggahan Istri

Saat itu, Lyan tak bisa menghentikan kepergian suaminya sebab dirinya mengenal Syachrul sebagai sosok relawan yang mengedepankan misi kemanusiaannya.

"Dia memang tidak pernah mengeluh dan mengkhawatirkan kondisi badannya. Saya yang selalu suruh istirahat, kalau capek," tuturnya sambil mengusap air matanya.

Ibu satu anak ini hanya bisa berdoa dan sempat merasa keberatan suami pergi ke Karawang lantaran mengkhawatirkan kondisi suaminya setelah beberapa kali pulang dari perjalanan.

"Saya cuma update kayaknya berat melepaskan dia. Tapi bapak nggak bisa nolak kalau misi kemanusiaan" tutupnya.

Meninggal Saat Evakuasi Lion Air, Syachrul Hobi Menyelam Sejak 10 Tahun Terakhir dan Punya Lisensi

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved