Breaking News:

Pendiri Torajamelo Kagum dengan Kearifan Lokal Kota Kediri

Pendiri dan CEO Torajamelo, Dinny Jusuf mengaku kagum terhadap potensi dan kearifan lokal yang ada di Kota Kediri.

SURYA/DIDIK MASHUDI
Dinny Yusuf bersama Ferry Silviana Abu Bakar saat talkshow Membangun Brand di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri, Sabtu (3/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pendiri dan CEO Torajamelo, Dinny Jusuf mengaku kagum terhadap potensi dan kearifan lokal yang ada di Kota Kediri.

Dia mengatakan, kondisi itu bisa dijadikan inspirasi bagi pelaku industri kreatif dalam membangun brand produknya.

"Kegiatan semacam ini, diharapkan terbentuk brand awareness para pelaku industri kreatif di Kota Kediri. Sehingga pada akhirnya berimplikasi terhadap perkembangan unit bisnis mereka," ungkap Dinny Yusuf saat ditemui usai talkshow Membangun Brand di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri, Sabtu (3/11/2018).

Bantalan Kayu Jembatan Lama Kota Kediri Kembali Dilempar Puntung Rokok

Torajamelo sendiri telah sukses menjadikan tenun dari Tana Toraja dan beberapa daerah lain lebih dikenal oleh masyarakat domestik dan mancanegara.

Dinny Jusuf juga berbagi cerita mengenai kiprah Torajamelo yang selama ini fokus dalam pelestarian tenun Nusantara dan berfokus pada peningkatan kesejahteraan para perajin tenun tradisional.

Materi disampaikan dengan gaya interaktif melalui pemutaran video, diskusi, dan tugas kelompok, sehingga para peserta bersemangat mengikuti talkshow hingga selesai.

Suami Istri di Kediri Siap Bersaing Berebut Suara Warga dalam Pilkades Serentak

Tidak hanya talkshow, dalam kesempatan ini, peserta juga diajak berdiskusi dan brainstorming membentuk brand.

Acara ini dihadiri 50 orang pelaku industri kreatif di Kota Kediri, termasuk para perajin tenun, batik tulis, produk kriya dan industri fashion lokal.

Ketua Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar mengungkapkan, talkshow merupakan rangkaian kegiatan dari Dhoho Street Fashion keempat.

Lawan Persebaya dengan Rekor Apik Tandang, Teco Sebut karena Persija Sering Berlaga di tempat Netral

Dhoho Street Fashion merupakan acara fashion show dengan mengangkat kain lokal Kota Kediri seperti batik dan tenun ikat.

"Setelah digelar setiap tahun, Dhoho Street Fashion kami rasa efektif dan efisien untuk mengangkat kain lokal agar dikenal oleh masyarakat global. Tahun 2016 kami mengikuti Jakarta Fashion Week bekerja sama dengan desainer nasional," ujarnya.

Talkshow ini berangkat dari kesadaran Pemerintah Kota Kediri yang bertekad untuk terus mendorong pertumbuhan industri kreatif di Kota Kediri.

Tak Temukan Sidik Jari di TKP, Polisi Kumpulkan Fakta Tewasnya Bos Toko Sembako di Pakisaji Malang

Hal ini dimaksudkan agar sektor ini dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus penyerapan angkatan kerja.

Namun tantangan terbesarnya adalah membentuk kesadaran para pelaku industri kreatif akan pentingnya membangun brand produk kreatif yang dihasilkan. (Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved