700 Matras Jogging Track dari Limbah Sandal Jepit Sudah Dipasang di Tepi Sungai Pasar Keputran

700 matras berbahan limbah sandal jepit sudah terpasang rapi di sepanjang tepi sungai sisi selatan di Pasar Keputran Surabaya.

700 Matras Jogging Track dari Limbah Sandal Jepit Sudah Dipasang di Tepi Sungai Pasar Keputran
TRIBUNJATIM.COM/MELIA LUTHFI HUSNIKA
Jogging track dari limbah sandal jepit yang sudah dipasang di sisi selatan sungai di Pasar Keputran Surabaya, Senin (5/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - 700 matras berbahan limbah sandal jepit sudah terpasang rapi di sepanjang tepi sungai sisi selatan di Pasar Keputran Surabaya.

700 matras dengan masing-masing lebar 60 cm dan panjang 100 cm tersebut disusun berjajar dua dan membentuk lintasan sepanjang 350 meter di tepi sungai di kawasan tersebut.

"Pemasangan mulai dilakukan sejak bulan Agustus dan masih berlanjut hingga sekarang," kata Kepala Sesi Pemanfaatan Limbah DKRTH Kota Surabaya, Khoirunnisa, Senin (5/11/2018).

Ditemui di Kantor DKRTH Surabaya, wanita yang akrab disapa Nisa tersebut menjelaskan bahwa limbah sandal jepit yang terbatas menjadi kendala.

Pengumpulan limbah sandal jepit dilakukan setiap minggu agar bisa mempercepat proses pembuatan.

"Setiap ada sandal terkumpul langsung kita salurkan ke Rumah Kompos DKRTH di Keputih. Nanti di sana limbah sandal tersebut akan dibuat matras. Tapi, karena namanya limbah kan tidak selalu ada, jadi pengerjaan jogging track ini memakan waktu lama," ungkapnya.

VIDEO: Proses Pembuatan Limbah Sandal Jepit jadi Matras Jogging Track di Rumah Kompos Surabaya

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, Ipong Whisnu.

Ia membenarkan bahwa pengerjaan jogging track ini berlangsung lama dikarenakan terbatasnya bahan baku.

Rencana awal pembuatan jogging track sepanjang 3 km hingga ke Jembatan Ujung Galuh ini akan terkendala.

"Jogging track ini kemungkinan tidak sampai ke Jembatan Ujung Galuh karena kendala bahan baku dan memakan waktu cukup lama. Kalaupun sampai Jembtaan Ujung Galuh, bakal butuh waktu berbulan-bulan lamanya," ungkapnya.

Sementara itu, Nisa berharap agar masyarakat Surabaya turut membantu pelaksanaan proyek ini dengan menyumbangkan sandal bekas yang sudah tak terpakai ke pengolahan limbah terdekat.

Tindaklanjuti Pembuatan Jogging Track Sandal jepit, Tri Rismaharini Sidak Beberapa Lokasi

Penulis: Melia Luthfi Husnika
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved