Gunakan Anggaran APBD 2017 Hampir 10 Miliar Rupiah Untuk Program Smart City

Program Smart City ini sudah digagas oleh mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko. Aplikasi yang menggunakan anggaran hampir Rp 10 Miliar

Gunakan Anggaran APBD 2017 Hampir 10 Miliar Rupiah Untuk Program Smart City
SURYA/SANY EKA PUTRI
Dari kiri: Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono, Kepala BPPT Unggul Priyanto, Wali Kota Kota Batu Dewanti Rumpoko, Deputi TAB BPPT Eniya Listyani Dewi, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso dan Kepala Balai Bioteknologi BPPT Agung Eru Wibowo saat penanaman benih kentang menggunakan teknolohi ex vitro di Desa Sumberbrantas, Senin (22/1/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, BATU - Program Smart City ini sudah digagas oleh mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko. Aplikasi yang menggunakan anggaran hampir Rp 10 Miliar ini baru bisa sepenuhnya dimanfaatkan oleh dan bisa digunakan sekitar Februari 2018.

Diadakannya program Smart City ini tentu memiliki tujuan dan fungsi untuk kemajuan kota Batu.

Satu di antaranya ialah menghapus rantai tengkulak yang selama ini menyiksa petani. Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko juga menyatakan harga hasil panen terutama saat panen raya cenderung turun. Padahal seharusnya bisa jadi ladang penghasilan yang besar untuk petani itu.

"Kami tidak main-main dengan program ini. Program Smart City ini, namanya saja sudah Smart City, pengguna juga harus smart harus pandai. Akan ada banyak manfaat dari program ini, fungsinya sangat luas. Terutama bermanfaat untuk petani di Kota Batu," kata Dewanti kepada TribunJatim.com.

Ada Tiga Aplikasi Andalan Smart City Kota Batu

Semua instansi yang berkaitan diarahkan untuk ikut andil dalam program ini, bahkan Dewanti mewajibkan untuk semua instansi harus terintegrasi dengan Smart City.

Ia menjelaskan contohnya untuk Dinas Pariwisata. Dinas Pariwisata harus memberikan data tentang tempat-tempat pariwisata di kota Batu.

Tak Temukan Gigi dari 105 Kantong Jenazah, Tim DVI Sulit Identifikasi Korban Lion Air PK-LQP

Tempat pariwisata itu dilengkapi dengan lokasi, harga tiket masuk, dan jenis wisatanya. "Tempat pariwisata itu memang harus, agar, wisatawan ini tahu tempat mana yang akan dituju. Lalu, tidak hanya tempat wisata, tetapi juga untuk pertanian. Semisal petik apel, petik jambu, dan lainnya itu harus diumumkan melalui aplikasi itu," ungkapnya.(Sun/TribunJatim.com)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved