Kota Malang Raih Penghargaan Bidang Keamanan Pangan, Begini Kata Sutiaji Soal Daerahnya

Penghargaan itu diserahkan langsung kepada Wali Kota Malang, Sutiaji, dalam Peringatan Hari Pangan se-Dunia ke-38 Tingkat Jawa Timur.

Kota Malang Raih Penghargaan Bidang Keamanan Pangan, Begini Kata Sutiaji Soal Daerahnya
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM
Penghargaan kategori bidang Keamanan Pangan diberikan kepada Wali Kota Malang, Sutiaji, oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Senin (5/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, memberikan penghargaan kepada Kota Malang setelah meraih penghargaan kategori bidang Keamanan Pangan.

Penghargaan itu diserahkan langsung kepada Wali Kota Malang, Sutiaji, dalam Peringatan Hari Pangan se-Dunia ke-38 Tingkat Jawa Timur yang dihelat di JX International Convention Exhibition Surabaya (5/11/2018).

Usai meraih penghargaan, Sutiaji menegaskan, pemenuhan kebutuhan pangan sebagaimana amanat UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan merupakan hal substansial kebutuhan dasar masyarakat.

Syafiuddin Asmoro Pindah ke PKB, Fraksi Gerindra DPRD Jatim Lakukan PAW

Untuk itu Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan keamanan pangan agar tersedianya asupan nutrisi yang tepat dan aman bagi segenap anggota masyarakat.

"Kota Malang, dengan jumlah lahan yang semakin menyempit akibat alih fungsi, maka pemenuhan kebutuhan akan pangan masyarakat terbanyak dari luar daerah," ujar Sutiaji.

Dilanjutkan Sutiaji, mencermati hal itu, Pemkot Malang memandang penting untuk mengedukasi tentang pengetahuan keamanan pangan dikalangan anggota masyarakat baik di tingkat produsen, pedagang, maupun konsumen.

5 Hari Penerapan Perda Baru No 3 Perparkiran, Dishub Kota Surabaya Sudah Derek 11 Mobil

"Hal ini berlaku untuk pangan segar baik yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan ikan maupun hasil pangan olahan, "ujar suami Hj Widayati tersebut.

Terlebih, konsumsi pangan dan kebanyakan UKM di Kota Malang didominasi oleh produk olahan maupun produk teknologi hasil pertanian dan pasca panen.

Untuk itu, secara masiv Pemkot Malang melakukan upaya pengelolaan pangan yang aman untuk mencegah kemungkinan dari cemaran bahaya biologis, fisik, dan kimia yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.

RUU Pesantren di Gresik Diharap Tak Sampai Dimanfaatkan Oknum Tak Bertanggung Jawab

Beberapa jenis zat yang membahayakan itu misalnya residu pestisida, mikotoksin , logam berat, penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak diperbolehkan seperti formalin, boraks, rodamin B, maupun metanil yellow yang telah banyak dilakukan di wilayah Kota Malang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, Sri Winarni menginformasikan, implementasi yang telah dilaksanakan di Kota Malang antara lain menyiapkan informasi dalam bentuk brosur, leaflet, sosialisasi, promosi, serta pembinaan dan pengawasan keamanan pangan segar.

"Selain itu juga pengambilan sampel dan uji Rapid Tes Kit untuk pangan olahan di sekolah, pedagang, maupun pasar, serta monitoring terkait isu keamanan pangan baik pangan segar asal tumbuhan, hewan maupun ikan," kata Sri Winarni.

Terjaring Razia Operasi Zebra 2018, Pelajar di Malang Diminta Polisi Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

Penulis: Benni Indo
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved