Tanggapi Masalah UMP Jatim, Dhimas Anugrah Minta Buruh dengan Skill Digaji dengan Layak

Menurutnya masalah UMP dan UMK masih menjadi masalah klasik yang selalu muncul jelang pergantian tahun, di mana ada dua kepentingan yang berbenturan.

Tanggapi Masalah UMP Jatim, Dhimas Anugrah Minta Buruh dengan Skill Digaji dengan Layak
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM
Caleg DPR RI Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapil Surabaya Sidoarjo, Dhimas Anugrah. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Caleg DPR RI Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dhimas Anugrah, turut berkomentar soal penetapan UMP Jatim yang masih menyisakan polemik bagi buruh maupun pengusaha.

Menurutnya masalah UMP dan UMK masih menjadi masalah klasik yang selalu muncul jelang pergantian tahun, di mana ada dua kepentingan yang selalu berbenturan.

Di satu sisi buruh ingin mendapatkan pemenuhan kebutuhan hidup yang layak dari upah yang mereka terima, namun sisi lain pengusaha juga tidak ingin kalau biaya produksinya lebih besar dari keuntungan mereka.

"Menurut saya, supaya masalah ini tak berulang tiap tahun, baik pengusaha, buruh, bersama pemerintah perlu duduk dan berdialog bersama dalam mencari solusi masalah ini," kata Dhimas.

Kebakaran di Pasar Pronojiwo Lumajang, Puluhan Kios Ludes Terbakar

Menurutnya setiap tahun tidak perlu ada buruh yang selalu demo turun ke jalan jika saja ada musyawarah mufakat bersama dengan mencoba saling memahami kondisi satu sama lain.

"Kalau mengacu pada PP No.78/2015 tentang Pengupahan, UMP tahun ini kan sudah naik 8,03 persen. Angka itu menurut saya wajar saja, karena didapatkan dari upah tahun berjalan dikalikan angka inflasi sebesar 2,88 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,15 persen," ucap caleg DPR RI dengan dapil Surabaya dan Sidoarjo ini.

Untuk menanggapi masalah ini, menurutnya tidak bisa dilihat dari satu pihak saja.

Satya Widya Yudha Tanggapi Positif Hasil Survei LSI Denny JA Soal Elektabilitas Golkar Jatim

Di pandang dari sisi buruh, Dhimas ingin buruh mendapat upah dan penghidupan yang layak.

"Karena pengalaman saya hidup di Inggris, upah tenaga kerja di sana sangat layak. Apa lagi bagi buruh yang memiliki keahlian," ucap pria yang menamatkan pendidikan Masternya bidang Ekonomi ini.

Hal tersebut, yaitu mengupah buruh yang memiliki skill dengan upah yang layak sangat diharapkan bisa diterapkan juga di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Kembali Menang dengan Skor Besar, Persebaya Surabaya Kukuhkan sebagai Tim Produktif Sepanjang 4 Laga

Tapi tidak menutup mata, jika dilihat dari sisi pengusaha,  pengusaha lokal di tiap provinsi memiliki pergumulannya sendiri.

Sehingga menurut Dhimas pemerintah tidak bisa terlalu memaksa pengusaha untuk mengupah buruh di luar batas kemampuan mereka.

"Kasihan pengusaha, mereka itu bebannya lebih berat dari buruh, karena harus memikirkan proses dari hulu sampai hilir. Kalau perlu, buruh yang mau kreatif dan berani, bisa mulai berwirausaha, walau kecil-kecilan dulu, supaya mereka tidak bergantung pada upah bulanan sebagai buruh selama ini," pungkas Caleg yang tengah menyelesaikan studi Doctor of Philosophy di Oxford, Inggris ini.

Mayat Pria Tak Dikenal Ditemukan Terapung di Bawah Jembatan Jalan Undaan Surabaya

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved