Tingkatkan Pasar Ekspor, INKA Kejar Proyek Pembuatan 75 Kereta Barang di Bangladesh

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA terus berupaya meningkatkan pasar ekspor melalui lelang baru proyek pembuatan kereta barang.

Tingkatkan Pasar Ekspor, INKA Kejar Proyek Pembuatan 75 Kereta Barang di Bangladesh
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Dirut PT Industri Kereta Api (Inka) Budi Noviantoro menunjukkan kereta pesanan Bangladesh yang akan dikirim bulan Oktober 2018 ini. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA terus berupaya meningkatkan pasar ekspor melalui lelang baru proyek pembuatan kereta barang.

Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro mengatakan, pasar ekspor yang disasar ini ialah pembuatan kereta barang untuk Bangladesh sebanyak 75 gerbong senilai 20 juta dolar Amerika.

"Meski nilai pembuatan gerbong kereta barang untuk Bangladesh ini memang tidak besar. Tetapi, negara Asia Selatan itu cukup banyak menyumbang ekspor kereta api Indonesia," terangnya di Surabaya, Selasa (6/11/2018).

Pasalnya, lanjut Budi, negara Asia Selatan sudah tiga kali melakukan kontrak dengan INKA untuk kereta penumpang.

Budi mengungkapkan, baru kemarin pihaknya submit lelang pembuatan kereta barang untuk Bangladesh.

"Biaya per gerbongnya sekitar Rp 600 juta-Rp 700 juta. Semoga saja itu menang," ujarnya.

PT INKA Kenalkan Industri Kereta Api ke Mahasiswa Teknik Sipil ITS Surabaya

Budi menambahkan, tahun depan produksi INKA akan difokuskan pada pengerjaan kontrak proyek yang sudah berjalan.

Di antaranya, penyelesaian LRT Jabodebek, 250 kereta penumpang pesanan Bangladesh, 50 kereta pesanan Thailand, dan 75 gerbong penumpang pesanan Sri Lanka.

Untuk kereta pesanan dari Bangladesh, spesifikasinya berbadan lebar dan setiap gerbong berisi 90 kursi. Sedangkan Sri Lanka, pesanan berupa paket.

Budi melanjutkan, meski perseroan mengakui beberapa tahun lalu industri kereta api belum begitu menarik.

"Namun sejak 2015, kami gencar pengembangan industri. Dulu ekspor kami kecil-kecil, tidak banyak. Paling ke Malaysia. Tapi, sekarang ini masif sekali apalagi permintaan pasar ekspor juga meningkat," imbuhnya.

Polda Jatim Bolehkan Masyarakat Buat Nopol Cantik Tanpa Buntut Huruf, Biayanya Maksimal Rp 20 Juta

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved