Pesawat Lion Air Jatuh

Turut Berduka, Perwakilan Lion Air Sampaikan Permohonan Maaf kepada Keluarga Rabagus

General Manager Maintenance Lion Group, Murdoyo, mengungkapkan duka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Rabagus Nurwito (27).

Turut Berduka, Perwakilan Lion Air Sampaikan Permohonan Maaf kepada Keluarga Rabagus
SURYA/AHMAD FAISOL
Jenazah Rabagus Nurwito ketika hendak disalatkan ke masjid tak jauh dari kediamannya, Kampung Kaskel Kelurahan Kemayoran Jalan Teuku Umar Bangkalan, Rabu (7/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - General Manager Maintenance Lion Group, Murdoyo, mengungkapkan duka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Rabagus Nurwito (27).

Rabagus Nurwito, warga kampung Kaskel Kelurahan Kemayoran, Jalan Teuku Umar, Bangkalan, itu menjadi satu dari sejumlah korban meninggal jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Rabagus Nurwito merupakan teknisi selama 6 tahun sebagai teknisi Lion Group yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610.

"Saya mewakili Lion Group. Kami dari Divisi Teknik tempat almarhum bekerja mohon maaf sebesar-besarnya atas insiden ini, tentunya banyak korban, terutama kepada keluarga almarhum Ranagus," ungkap Murdoyo, Rabu (7/11/2018).

Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan pada Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 dari Wapres RI

Pihaknya juga meminta maaf apabila komunikasi yang terbangun selama proses evakuasi dan identifikasi korban kurang memuaskan pihak keluarga.

"Namun kami telah berupaya maksimal. Kami mendoakan semoga amal ibadah almarhum diterima, diampuni segala kesalahan, dan ditempatkan di tempat yang layak," ucap dia.

Kabar insiden jatuhnya Lion Air JT-610 mengangkut 189 itu diterima ayah almarhum, Nurrahman, keesokan harinya, Selasa (30/10/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Jenasah almarhum teridentifikasi melalui hasil tes DNA.

Divisi Pencegahan KPK Temui Sutiaji dan Jajaran Anggota Pemkot Malang di Balai Kota

"Atas nama keluarga Bapak Nurrahman, tak ada yang bisa kami balas atas semua ini. Semua telah menjadi kehendak Allah," ungkap perwakilan keluarga melalui pengeras suara.

Ia menyampaikan, pihak keluarga telah menunggu selama delapan hari dengan doa dan menggelar istighasah setiap malam.

"Alhamdulillah ditemukan melalui DNA, itulah harapan kami. Hormat kami kepada Lion Air dan kru yang telah mengantarkan jenasah ke sini," pungkasnya.

Hingga Senin (5/11/2018, tercatat sebanyak 164 kantong jenazah yang telah diterima tim DVI RS Polri. Dari jumlan tersebut, 13 korban telah teridentifikasi.

Dalam Sepekan, Polres Jember Bekuk Belasan Pengguna Narkoba, Satu Pelaku Masih di Bawah Umur

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved