Ikut CMA 2017-2018, Omzet Pengusaha Tiwul Instan Asal Malang Naik Jadi Rp 30 Juta

Program Citi Microentrepreneurship Award (CMA) berhasil meningkatkan omzet pengusaha Tiwul Instan, Siswanto naik menjadi Rp 30 juta per bulan.

Ikut CMA 2017-2018, Omzet Pengusaha Tiwul Instan Asal Malang Naik Jadi Rp 30 Juta
SURYA/SRI HANDI LESTARI
Dari kanan ke kiri: Siswanto, pengusaha tiwul instan asal Kabupaten Malang, bersama Head of External Communication Corporate Affairs Citi Indonesia, Ananta Wisesa dan Director Agriculture, Entrepreneurship and Financial Inclusion, Mercy Corps Indonesia, saat Roadshow CMA di Surabaya, Rabu (7/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Program Citi Microentrepreneurship Award (CMA) berhasil meningkatkan omzet pengusaha Tiwul Instan, Siswanto naik menjadi Rp 30 juta per bulan.

"Sebelum ikut CMA tahun 2017-2018, omzet saya mentok hanya di Rp 10 juta per bulan. Padahal usaha ini sudah saya mulai sejak 2013-2014," cerita Siswanto, warga desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, ketika tampil sebagai pembicara di acara Roadshow CMA untuk periode 2018-2019 di Surabaya, Rabu (7/11/2018).

CMA merupakan ide Citi Indonesia melalui CSR-nya (Corporate Social Responsibility), yaitu Citi Peduli dan Berkarya (Peka) bersama Mercy Corps Indonesia untuk mengaet para pelaku UMKM untuk terus berkembang.

TATA Motors Gencar Kenalkan Kendaraan Niaga di Pasar Otomotif Jawa Timur Lewat IIMS Surabaya 2018

Head of External Communication Corporate Affairs Citi Indonesia, Ananta Wisesa, menyebutkan, Siswanto merupakan satu dari alumni kegiatan CMA yang mampu menunjukkan peningkatan dalam usahanya.

"Manfaat program ini, pertama adalah membantu para wirausahawan untuk mengetahui betapa pentinganya berwirausaha. Ini sejalan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI),” ungkap Ananta.

Citi Indonesia ingin mendukung program SNKI, yang memberikan materi tidak sebatas pada strategi marketing maupun branding.

Jadi Distributor Usaha Souvenir Sablon Gelas, Hadi Wiyono Raup Ratusan Juta Rupiah Tiap Bulan

"Tetapi juga terhadap finansial, misalnya pembuatan laporan keuangan yang sederhana atau yang kedua adalah bagaiman cara mengatur keuangan dalam perusahaan,” lanjut Ananta. 

Terbukti dari pengakuan Siswanto, bila ternyata omzet yang berhenti di kisaran Rp 10 juta per bulan itu, salah satunya akibat manajemen keuangan yang amburadul.

Selanjutnya dengan pendampingan CMA, dirinya berhasil mengetahui kebocoran keuangan dan kemudian melakukan perbaikan hingga omzet tumbuh menjadi Rp 30 juta per bulan.

Furniture Bahan Rotan Cocok Diaplikasikan di Ruang Santai hingga Teras Rumah

"Tidak hanya itu, saya juga proses mengembangkan pasar di Surabaya, Banjarmasin dan kota lainnya. Selama ini saya masih sekitar Malang Raya," lanjut Siswanto mendampingi Ananta.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved