Kilas Balik

Detik-detik Pecahnya Pertempuran Dahsyat di Surabaya 10 November 1945

Indonesia rupanya terkena dampak negatif dari kemenangan Sekutu pada Perang Dunia II.

Detik-detik Pecahnya Pertempuran Dahsyat di Surabaya 10 November 1945
Dok. Kompas
Pemberontakan di Surabaya sebagai reaksi ultimatum Brigjen Malaby dari tentara Inggris pada tgl. 10 November 1945 

Sekutu menuntut agar semua senjata yang dipegang warga Surabaya diserahkan kepada tentara Sekutu sebelum pukul 06.00 pagi pada hari berikutnya.

Selain memberikan senjata, pihak Indonesia harus mengangkat kedua belah tangan ke atas kepala untuk menandatangani pengakuan menyerah kepada Sekutu.

Surabaya menolak

Ultimatum Sekutu ditolak tegas oleh warga Surabaya.

Mereka menolak menyerahkan senjata, apalagi harus mengangkat tangan seperti isi ultimatum.

Akibatnya, pecah pertempuran dahsyat keesokan hari, yaitu 10 November 1945.

Dilansir dari Harian Kompas edisi 11 November 1990, sejak pukul 06.00 WIB pasukan Inggris mulai melancarkan serangan.

Kapal perang mulai menembakkan meriam melalui jalur laut, sedangkan pesawat Thunderbolt menjatuhkan bomnya.

Bung Tomo ambil bagian.

Dia memberikan semangat kepada warga Surabaya untuk terus berjuang sampai titik darah penghabisan demi kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Januar AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved