Wali Murid SMPN 62 Surabaya Sebut Pentingnya Tularkan Semangat Juang Pahlawan untuk Para Siswa

Yanti menambahkan, momentum Hari Pahlawan juga menjadi implementasi dari semangat pejuang yang harus ditularkan kepada siswa.

Wali Murid SMPN 62 Surabaya Sebut Pentingnya Tularkan Semangat Juang Pahlawan untuk Para Siswa
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Siswa SMPN 62 Surabaya menunjukkan hasil kerajinan tangan buatan mereka dalam kegiatan memperingati Hari Pahlawan, Jumat (9/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mas Rara Dwi Yanti Handayani, wali murid SMPN 62 Surabaya menilai, mengajarkan keterampilan kepada siswa sangatlah berguna untuk menghadapi tantangan pendidikan di era saat ini.

Yanti, sapaan akrabnya, menyebut sinergitas antar sekolah dan komite sangatlah diperlukan untuk kemajuan lembaga.

“Sinergitas ini sangatlah penting. Meski sekolah ini masih seumur jagung maka perlu ada dukungan. Bahkan nantinya akan dibentuk ekstrakurikuler kewirausahaan dan ini baru pertama kali di kalangan SMP,” jelasnya, Jumat (9/11/2018).

Wanita yang juga menjadi ketua paguyuban serta dosen ini giat menyemangati para siswa untuk menyongsong masa depan.

Bahkan kegiatan kewirausahaan ini, diakuinya, akan menjadi rutinitas di sekolah tersebut.

Yanti menambahkan, momentum Hari Pahlawan juga menjadi implementasi dari semangat pejuang yang harus ditularkan kepada siswa untuk berjuang di ranah pendidikan.

Peringatan Hari Pahlawan, Siswa SMPN 62 Surabaya Buat Kerajinan Tangan hingga Ikuti Lomba Baca Puisi

“Sebagai warga negara wajib menghargai pahlawan, dan dalam pendidikan orang tua dan pendidik sebaiknya punya semangat untuk meneruskan perjuangan baru yakni di dunia pendidikan," ujarnya.

Diketahui, berbagai kegiatan digelar dalam memeriahkan Hari Pahlawan di SMPN 62 Surabaya, seperti jalan sehat, perlombaan baca puisi, pembuatan kerajinan tangan dari kulit kelengkeng, dan lain-lain.

Natalia Agustin (12), siswi kelas VII A mengaku sempat kesulitan membuat kerajinan dari kulit kelengkeng.

“Waktu mempernis susah, tapi senang bisa membuat kerajinan ini,” tandasnya.

Yuk subscribe Channel TribunJatim.com lainnya:

YouTube:

Instagram:

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved