Insiden Surabaya Membara

Kronologi Tragedi Viaduk Tugu Pahlawan 'Surabaya Membara' hingga Merenggut Korban Jiwa

Tiga korban tewas dan belasan lainnya dirawat di rumah sakit pasca insiden maut di viaduk Tugu Pahlawan Surabaya.

Kronologi Tragedi Viaduk Tugu Pahlawan 'Surabaya Membara' hingga Merenggut Korban Jiwa
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Viaduk dekat Jalan Pahlawan yang menjadi lokasi tragedi viaduk "Surabaya Membara," Jumat (9/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tiga korban tewas dan belasan lainnya dirawat di rumah sakit pasca insiden maut di viaduk Tugu Pahlawan Surabaya, Jumat (9/11/2018) malam.

Satu korban tewas terlindas kereta api diketahui bernama Helmi Surya Wijaya (13), warga Karang Tembok Gang 6 No 7 Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menjelaskan, kejadian itu bermula saat para korban memadati viaduk untuk menonton acara yang berada di depan kantor Gubernur di Tugu Pahlawan, "Surabaya Membara."

Helmi Surya, Satu Korban Tragedi Viaduk Surabaya Membara Dikenal Pendiam

Tiga Korban Tewas saat Menonton Surabaya Membara dari Viaduk Teridentifikasi

Sekitar pukul 19.45 WIB, melintas kereta api barang dari Stasiun Gubeng menuju ke Stasiun Pasar Turi.

Melihat dari tayangan video amatir, kereta api tersebut melaju pelan.

"Di dekat perlintasan ada sejumlah orang," ujar Kombes Pol Rudi Setiawan, Jumat (9/11/2018).

Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, kereta api lewat dan kondisi viaduk sempit.

Selidiki Insiden Viaduk Surabaya Membara, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

11 Korban Insiden Viaduk saat Surabaya Membara Dirawat di RSUD Dr Soewandhie Surabaya

Warga diduga panik, dan terjadi saling dorong hingga beberapa orang terjatuh dari viaduk.

Ada juga warga yang mengalami lecet terkena badan kereta api, dan ada yang terlindas kereta api.

"Acara tetap dilanjutkan karena sudah mau selesai," ujarnya.

Lokasi acara dari tempat kejadian berada cukup jauh sekitar 500 meter.

Cerita Ayah Melihat Putrinya Tewas dalam Insiden di Viaduk saat Menonton Surabaya Membara

Arema FC Vs Perseru Serui, Milan Petrovic Ingat Sulitnya Kalahkan Cenderawasih Jingga di Gajayana

"Olah TKP sudah dilakukan," jelasnya.

Kombes Pol Rudi Setiawan juga mengatakan, dari keterangan saksi menyebutkan, alasan melihat acara dari atas viaduk adalah karena lebih bagus view-nya daripada di bawah.

Namun hal itu tidak bisa dibenarkan karena viaduk merupakan perlintasan rel kereta api yang sangat membahayakan.

"Apalagi kondisi viaduk sempit sehingga apabila ada kereta api melintas sangat berbahaya," pungkasnya. (M Romadoni)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved