Insiden Surabaya Membara

Firasat Ayah Bagus Ananda sebelum sang Anak Tewas dalam Insiden Viaduk 'Surabaya Membara'

Sumari, ayah salah satu korban insiden Viaduk Jalan Pahlawan saat menonton "Surabaya Membara," mengaku memiliki firasat sebelum anaknya meninggal.

Firasat Ayah Bagus Ananda sebelum sang Anak Tewas dalam Insiden Viaduk 'Surabaya Membara'
ISTIMEWA
Video detik-detik jatuhnya penonton 'Surabaya Membara' dari viaduk Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (9/11/2018). 

Bagus Ananda pergi meninggalkan rumah sekitar pukul 18.30 WIB.

Sumari awalnya sudah melarang Bagus Ananda untuk berangkat.

"Karena pasti akan banyak orang di sana," lanjut Sumari.

Taufik Monyong Hadiri Panggilan Pemeriksaan Polisi Pasca Insiden Viaduk Surabaya Membara

Sumari mengakui Bagus Ananda merupakan bungsu kesayangan di keluarga itu.

Meskipun dilarang, Bagus Ananda tetap berangkat dengan alasan hanya pergi sebentar.

Ternyata Sumari mendapat kabar kalau anaknya terseret kereta api.

Dia pun panik dan mencari sang anak.

Update Insiden Kereta Api Viaduk Surabaya Membara, Cerita Korban hingga Komentar Tri Rismaharini

Akhirnya Sumari mendapati anaknya sudah meninggal dunia di RSUD Dr Soewandhie, yang kemudian dipindahkan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

"Ternyata anak saya terjatuh saat gandolan di viaduk. Yang gandolan banyak saat kereta lewat. Anak saya bareng sama anak kecil yang juga jatuh itu (Erikawati)," imbuhnya.

Bagus Ananda dan temannya memilih tempat nonton di viaduk karena area bawah di sekitar Jalan Pahlawan sudah penuh orang.

Cerita Ayah Melihat Putrinya Tewas dalam Insiden di Viaduk saat Menonton Surabaya Membara

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved