Banyak Pelaku Usaha Hiburan Tunggak Biaya Pajak, Pemkot Batu Segera Bantuk Tim Penertiban Pajak

Selain itu untuk memberi peringatan kepada pelaku usaha agar tidak sampai terlambat atau tidak membayar pajak.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Ayu Mufihdah KS
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Salah satu wahana The Legend Jatim Park 3, Kota Batu. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pemkot Batu direncanakan akan membentuk satu tim untuk penertiban pajak.

Tim itu dibentuk agar setiap pelaku usaha di bidang hiburan tertib membayar pajak, sehingga tidak ada piutang di Pemkot Batu, terutama di bidang hiburan.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, sebenarnya hal itu sudah disampaikan berkali-kali dalam rapat internal antar instansi.

"Dalam rapat pun hal itu selalu dibahas. Jadi instansi seperti Badan Keuangan, Disparta, atau instansi yang berkaitan dengan pelaku usaha itu rutin mendatangi satu persatu," kata Punjul Santoso, Minggu (11/11/2018).

Pemantauan ke tempat wisata itu, lanjutnya, untuk mengetahui berapa jumlah pengunjung.

Gak Perlu Ribet, Pengurusan e-KTP Sekarang Tanpa Surat Pengantar RT dan RW

Selain itu untuk memberi peringatan kepada pelaku usaha agar tidak sampai terlambat atau tidak membayar pajak.

Punjul Santoso mengakui jika seharusnya pelaku usaha di bidang hiburan memiliki kesadaran pentingnya membayar pajak.

"Kami lihat dulu bagaimana nanti pelaku usaha ini membayar pajak. Jika memang perlu (tim khusus pajak), pasti sudah kami siapkan. Istilahnya itu seperti tim monitoring ya yang turun ke lapangan," ungkapnya.

Sementara itu pihak Malang Corruption Watch (MCW) berharap, Pemkot Batu transparan terkait pajak.

Tak Sadarkan Diri di Bebatuan, Pria Pekerja Galian Gondang Mojokerto Tewas dengan Lebam Bagian Dada

Jika perlu memberitahukan kepada masyarakat berapa besaran pajak di masing-masing tempat hiburan.

"Selama ini pemkot Batu tidak transparan kepada masyarakat. Setidaknya ada satu papan besar yang memberitahu terkait hasil pajak dari tempat hiburan yang ada di Batu. Apalagi sekarang sudah zamannya transparansi," kata Kadiv Korupsi Politik MCW, Ata Nursasi.

Bahkan sampai saat ini jumlah piutang yang dimiliki Pemkot Batu sebesar Rp 26,5 miliar. 

Ia menegaskan, ditakutkan jika suatu saat nanti ada piutang yang dihapus dengan berbagai macam alasan.

Bina Marga PUPR Kota Batu Terjun Langsung untuk Pantau Gorong-gorong yang Tersumbat Tumpukan Sampah

Atha menyebutkan kenaikan jumlah piutang setiap tahunnya bisa mencapai Rp 1 miliar.

"Sejak 2011 hingga 2016 kenaikannya cukup banyak. Kami menilai dengan jumlah piutang itu seakan-akan dibiarkan. Jika terus menerus takutnya akan dihapus," kata Atha.

Ia menyebutkan salah satu piutang itu dari Jatim Park Grup dengan jumlah sekitar Rp 14 miliar.

Saat dikonfirmasi, Marketing and public relation manager Jawa Timur Park (JTP) Group, Titik S Ariyanto menyatakan, terkait masalah pajak yang sudah tahun lalu, ia menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pembayaran pajak sesuai aturan yang disampaikan Dinas Pendapatan Batu.

"Saat itu masih sistem borongan. Dan saat itu kami masih mengikuti aturan Dispenda. Sampai sekarang pihak JTP rutin membayar pajak itu," kata titik singkat. 

KPUD Tuban Beri Pendidikan dan Sosialisasi Pemilu 2019 kepada Penyandang Disabilitas

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved