Breaking News:

Pilkades Serentak di Kabupaten Malang Diwarnai Aksi Walk Out oleh 4 Calon Kepala Desa

Aksi walk out tersebut dilakukan oleh sebanyak empat calon kepala desa Kemiri.

SURYA/ERWIN WICAKSONO
Keriuhan para warga saat memantau perhitungan suara Pilkades Serentak di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Minggu (11/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pilkades Serentak yang dilakukan di Kabupaten Malang, sempat diwarnai aksi walk out.

Aksi walk out atau angkat kaki pada Pilkades Serentak oleh calon kepala desa terjadi di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (11/11/2018).

Aksi walk out tersebut dilakukan oleh sebanyak empat calon kepala desa Kemiri.

Walk out pertama diawali dari Cakades dengan nomor urut 1, Suparman, yang kemudian diikuti Cakades nomor urut 4, Sutrisno.

Aksi serupa juga dilakukan Cakades nomor 3 dan 5 yakni Ahmad Dakholi dan Yusuf Anwar, yang meninggalkan lokasi penghitungan suara. 

Penasehat Hukum Ahmad Dhani Sudah Siapkan Saksi Ahli untuk Dihadirkan di Polda Jatim

Meski diwarnai aksi walk out dari keempatnya, petugas perhitungan suara tidak terpengaruh dan tetap melakukan perhitungan suara.

Sementara itu, terkait dengan hasil perolehan suara, petugas mengumumkan jika calon kepala desa Wijiati berhasil unggul dengan jumlah 717 suara.

Kemudian pada urutan kedua diraih oleh Yusuf dengan perolehan 547 suara.

Selanjutnya masing-masing diisi oleh Suparman, Sutrisno dan Ahmad Dakholi memperoleh suara 355, 219 dan 204.

Bungkam Perseru 4-1, Milan Mengaku Puas Performa Timnya Meski Bermain di Tengah Badai Cedera

Pasca kemenangan, Wijiati yang merupakan incumbent, berjalan kaki dari Balai Desa menuju rumahnya dengan dikarak oleh ratusan pendukung.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Camat Kepanjen, Abai Saleh menjelaskan, proses pemungutan dan penghitungan berlangsung lancar.

"Lancar kok gak ada ribut, tidak ada ribut," kata dia.

Sumbang 2 Gol saat Pesta Kemenangan Arema FC atas Perseru Serui, Makan Konate: Gol itu untuk Istri

Abai Saleh mengungkapkan, beberapa waktu sebelum pencoblosan, wilayahnya digoyang isu. yakni dugaan perangkat desa yang tidak netral.

Beberapa Cakades melaporkan hal ini kepada panitia dan kecamatan. Kemudian, diturunkan tim untuk menyelidiki hal ini.

"Sempat ada isu semacam itu tapi setelah dibuktikan, tidak ada. Alhamdulillah pemilihan berjalan lancar dan aman," tutupnya.

Kenang Perjuangan Pahlawan, Polres Gresik Bentangkan Spanduk Ajak Pengguna Jalan Heningkan Cipta

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved