Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, Wayang Orang Perlu Digarap Dengan Gairah Kekinian

pertunjukan seni Wayang Orang, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (11/11/2018).

Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, Wayang Orang Perlu Digarap Dengan Gairah Kekinian
istimewa
Pertunjukan Wayang Orang di TMII Jakarta Timur dalam Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur. 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Seni Wayang memiliki pesona dan nilai yang tetap aktual. Namun perlu dipikirkan bagaimana cara membuat seni Wayang dapat ditonton lebih banyak orang.

 Seni Wayang orang masa kini memerlukan perspektif baru dengan berbagai sisi dan dimensinya. Wayang harus beradaptasi dengan budaya pop, dengan berbagai kecanggihan multi media.

 “Aktualisasi dari segi cerita dan penggarapan diharapkan dapat membantu cara pandang khalayak dalam memahami makna yang terkandung dalam sebuah pertunjukan seni Wayang,” ujar Dra. Nursilah, M. Si, usai menyaksikan pertunjukan seni Wayang Orang, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (11/11/2018).

 Wayang, menurut salah satu Juri Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur ini, tak sekadar seni pertunjukan. Melainkan ekspresi nilai yang membentuk identitas budaya.

“Wayang memberi banyak ajaran, tuntunan, dan tatanan nilai kultural, baik melalui representasi jalan cerita maupun citra para tokoh,” ujar Nursilah.

Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta ini, mengatakan, dari segi penggarapan (carangan) seni Wayang dapat menyesuaikan diri. Namun secara klasik karya seni ini diharapkan tidak kehilangan makna orisinalitasnya.

 “Oleh karena itu, ketika mulai menyiapkan pergelaran Wayang, sebaiknya ditentukan dulu apakah mau digarap secara klasik atau carangan,” kata Nursilah.

BREAKING NEWS: Jenazah Deryl Korban Jatuh Pesawat Lion Air Tiba di Rumah Duka

 Ajang Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, kali ini menampilkan kesenian Wayang Orang berjudul “Kalimataya” yang dibawakan oleh duta seni dari Kota Blitar. Kelompok seniman ini juga menampilkan tari ‘Wara Kaeshti serta Guyon Maton (Punakawan).

Pertunjukan ini melengkapi hiburan bagi para pengunjung dan peserta acara ‘Jalan Sehat,’ yang diselenggarakan Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2018.

Pentas Wayang Orang “Kalimataya” semakin melengkapi berbagai khasanah kesenian Jawa Timur, yang sebelumnya telah digelar di acara Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur ini.

Halaman
123
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved