Breaking News:

Hadir di Unair Surabaya, Ignasius Jonan: Revolusi Industri Bukan Lagi 'Will Come', Tapi 'Has Come'

Universitas Airlangga (Unair) menggelar Seminar Nasional bertajuk ‘Kampus dan Revolusi Industri 4.0’ di Aula Garuda Mukti, Kampus C Unair.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Ani Susanti
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, saat memberi sambutan dalam seminar Kampus dan Revolusi Industri 4.0 di Aula Garuda Mukti, Gedung Management, Kampus C Unair, Selasa (13/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) menggelar Seminar Nasional bertajuk ‘Kampus dan Revolusi Industri 4.0’ di Aula Garuda Mukti, Kampus C Unair.

Seminar tersebut turut mengundang Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM), Ignasius Jonan sebagai Keynote Speaker, Selasa (13/11/2018).

Hadir pula Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, dan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Sri Adiningsih, serta Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Elestianto Dardak, sebagai pembicara.

Ignasius Jonan menyampaikan dalam sambutannya tentang perubahan yang sangat pesat dari revolusi industri 4.0, dengan memberikan statistik dari naiknya brand-brand terkemuka di dunia.

Oleh karena itu, Jonan berpesan pada mahasiswa bagaimana bisa merelokasi Sumber Daya Manusia dalam menghadapi perubahan dunia.

“Revolusi Industri bukan lagi will come, melainkan has come. Jadi, siap tidak siap kita harus menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat,” ucapnya.

Resmikan E-Retribusi, Wali Kota Malang Sutiaji Imbau ASN Rajin Belanja ke Pasar Rakyat

Oleh karena itu, sinergitas perguruan tinggi, kata Jonan, dituntut untuk menyiapkan peserta didiknya untuk lebih kreatif menghadapi perubahan dunia tersebut.

Menanggapi hal itu, Rektor Unair, Mohammad Nasih menjelaskan, ada dua sisi yang harus diperhatikan terkait Revolusi Industri 4.0.

“Yang pertama adalah terkait fungsi kami untuk menyiapkan sumber daya yang bisa sesuai dengan tuntutan atau era industrialisasinya. Kedua, dalam prosesnya secara internal dalam perguruan tinggi,” jelasnya.

Terkait menyiapkan SDM, Nasih menambahkan, harus beralih dari hal yang bersifat teknikal yaitu yang tidak bisa dikerjakan atau digantikan oleh robot.

“Itu yang harus kita asah terus, kalau robot kan sifatnya teknis saja kan diperintah apa ya manut, teknologi bisa mempercepat pekerjaan tapi tidak bisa melakukan kreasi-kreasi,” imbuhnya.

Jamu Arema FC, Asisten Pelatih Persela Sebut Dua Pemain Ini Akan Mendapat Pengawalan Khusus

Sedangkan kedua, proses pendidikan pun tidak bisa melaksanakan proses belajar mengajar seperti era 60-80 an.

Sehingga harus ada perubahan terutama dalam hal substansi dari pendidikan.

“Termasuk dalam menggunakan teknologi dalam proses pendidikan. Tapi sekali lagi intinya, kalau di proses ini adalah kualitas, kualitas dan kualitas di perguruan tinggi itu. Jadi dua sisi ini yang kami lihat terkait dengan kampus revolusi industri 4.0,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved