Warga Pangeranan Bangkalan Resah Pembalakan Liar Pohon Mangrove Akibatkan Kerusakan Ekosistem

Penebangan liar pohon mangrove di pesisir Kampung Jengkebuan, Kelurahan Pangeranan, Kabupaten Bangkalan, membuat warga setempat resah.

Warga Pangeranan Bangkalan Resah Pembalakan Liar Pohon Mangrove Akibatkan Kerusakan Ekosistem
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM
Tumpukan kayu hasil dari pembalakan liar pohon mangrove di pesisir Kampung Jengkebuan, Kelurahan Pangeranan, Kabupaten Bangkalan. 

Ia berharap, pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan tindakan atas penebangan liar pohon mangrove.

"Kalau memang boleh, saya juga bisa menebang. Saya di situ ada lahan seluas 200 meter per segi yang ditumbuhi mamgrove. Tapi saya tak berani karena (penebangan) itu melanggar hukum," pungkasnya.

Kepala DLH Kabupaten Bangkalan, Ishak Sudibyo mengungkapkan, hingga sejauh ini pihaknya tidak pernah mengeluarkan ijin terkait penebangan pohon mangrove.

Temukan Kekurangan di Lapas dan Rutan saat Sidak, Ninik Rahayu: Perlu Kebijakan dari Pemerintah

"Apalagi di sepanjang pesisir itu masuk kategori kawasan lindung. Tindakan penebangan itu termasuk illegal loging," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya baru saja menerima laporan terkait aksi penebangan liar yang terjadi di pesisir Jengkebuan.

"Penebangan itu juga tergolong tindakan kriminal," pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Jeni mengatakan, hingga saat ini belum menerima laporan atas pembalakan pohon mangrove di pesisir Jengkebuan.

Ratusan Buruh Geruduk Gedung Negara Grahadi Tuntut UMK dan UMSK Diputuskan Bersamaaan

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved