Operasi Zebra Selesai, ini Jumlah Tilang yang Diberi Polrestabes Surabaya ke Pelanggar Lalu Lintas

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, jumlah pelanggaran di Surabaya relatif meningkat.

Operasi Zebra Selesai, ini Jumlah Tilang yang Diberi Polrestabes Surabaya ke Pelanggar Lalu Lintas
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Satlantas Polrestabes Surabaya gelar operasi gabungan dalam rangka Operasi Zebra 2018 di Taman Bungkul, Surabaya, Senin (5/11/2018) 

Laporan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak 35.875 pelanggaran tilang hasil Operasi Zebra 2018 yang dilakukan oleh Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaran.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, jumlah pelanggaran di Surabaya relatif meningkat.

Hal tersebut dipengaruhi bertambahnya jumlah kendaraan di Kota Surabaya.

"Kalau pelanggaran otomatis meningkat karena bisa dibilang pertambahan kendaraan bermotor dan masyarakat yang mengendarai kendaraan setiap bulannya bertambah," kata AKBP Eva Guna Pandia, Kamis (15/11/2018).

Maksimalkan Jeda Pertandingan, Persebaya Surabaya Gelar Latihan Tertutup Jelang Lawan Bali United

Menurutnya jumlah kendaraan bermotor di Surabaya diperkirakan bertambah 12 ribu unit tiap bulan di setiap tahunnya.

"Bisa dibilang 12 ribu setiap bulan, setiap tahun. Ya memang masyarakat Surabaya untuk kesadarannya sudah cukup meningkat dibanding tahun sebelumnya tapi segelintir yang masih harus ditingkatkan kesadarannya," ujar AKBP Eva Guna Pandia.

Pentingnya sosialisasi dan teguran berupa tilang kepada pelanggar diharapkan menambah kesadaran masyarakat tentang tertib berlalu lintas.

Pemkot Surabaya Kebut Pelebaran Jalan Wonokromo, Lebar Jalan Ditambah hingga 13 Meter

AKBP Eva Guna Pandia menilai, macam-macam pelanggaran sudah dimengerti masyarakat namun pada faktanya pengendara masih menganggap remeh akibat dari pelanggaran tersebut.

"Mereka sebenarnya sudah tau tidak boleh melawan arus, berbonceng tiga orang, tidak boleh mengendarai motor di bawah umur. Mereka paham tapi suka ngumpet-ngumpet polisi tidak ada. Itu yang harus ditertibkan lagi," jelas AKBP Eva Guna Pandia.

"Bukan benci dan mencari kesalahan tapi agar masyarakat tertib dan angka kecelakaan bisa kami tekan. Kalau sudah terjadi kecelakaan mereka baru sadar kecelakaan bisa menyebabkan meninggal dunia, catat, dan riskan sekali," tambah dia.

Menjamu Arema FC di Stadion Surajaya, Panpel Persela Lamongan Siapkan 14 Ribu Lembar Tiket

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved