Rekrutmen CPNS 2018

CPNS 2018, Kuota untuk Kawasan Malang Raya Baru Terpenuhi 10 Persen

Rata-rata passing grade CPNS 2018 di Jawa Timur di angka 5 persen. Nilai itu diklaim lebih baik dari rata-rata passing grade Nasional.

SURYA/BENNI INDO
Kepala BKN Kantor Regional II, Tauchid Djatmiko. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Rata-rata passing grade CPNS 2018 di Jawa Timur di angka 5 persen.

Nilai itu diklaim lebih baik dari rata-rata passing grade Nasional.

Hal itu disampaikan Kepala BKN Kantor Regional II, Tauchid Djatmiko.

"Untuk Jatim, kita kecenderungannya 5 persen. Lebih baik di atas rata-rata Nasional. Kalau dibanding Kementerian Lembaga (KL), ya kita masih di bawah karena KL 20 persen," ujarnya, Jumat (16/11/2018).

CPNS 2018, Usulan Penurunan Passing Grade Ditolak, BKN akan Gunakan Pemeringkatan

Antisipasi Gejolak Harga, Pemkot Kediri Kerja Sama dengan Pemasok Telur Blitar

Saat ditanya angka passing grade di kawasan Malang Raya, Tauchid menjelaskan, nilainya hampir sama dengan Jawa Timur.

Namun untuk kuota masih belum memenuhi, karena baru 10 persennya saja.

"Malang Raya hampir sama merata, kecenderungan 5 persen. Kalau untuk kuota masih belum. Kita itu bisa terpenuhi baru 10 persenan," paparnya.

Banyak Peserta Berguguran dan Tak Lolos Tes CPNS, Begini Tanggapan Serius MenpanRB Syafruddin

Via Vallen hingga Tasya Rosmala Siap Goyang Warga Malang dalam Anugerah Dangdut Indonesia 2018

Tauchid berharap, dengan adanya upaya kebijakan perankingan bisa memenuhi kuota.

Katanya, sedikitnya nilai passing grade karena faktor input yang tidak sesuai.

"Mudah-mudahan dengan perangkingan itu bisa terpenuhi. Tapi itu kita lihat lagi di formasi jabatan, karena ada formasi jabatan yang kelebihan," ungkapnya.

BKN tidak bisa menaruh begitu saja antara kuota yang kurang dengan yang berlebihan.

Target Meleset, Peserta Tes CPNS di Kabupaten Malang yang Tak Lulus Tembus 94,2 Persen

Kedatangan Tamu Anak-anak TK Muslimat NU 05, Polres Malang Kota Kenalkan Fungsi dan Tugas Kepolisian

Pasalnya, hal itu disesuaikan dengan latar belakang akademik.

"Misal sarjana teknik yang diisi guru kan tidak bisa. Mudah-mudahan dengan kebijakan nasional tadi bisa memenuhi formasi yang kosong," harapnya. (Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved