Bekraf Dorong Industri Perfilman Indonesia Lewat Program Akatara, Sudah Terima 350 Proposal di 2017

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus berupaya untuk mendorong industri perfilman tanah air melalui program "Akatara Indonesian Film Financing Forum".

Bekraf Dorong Industri Perfilman Indonesia Lewat Program Akatara, Sudah Terima 350 Proposal di 2017
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Talkshow Akatara di Bekraf Festival Surabaya, Jumat (16/11/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus berupaya untuk mendorong industri perfilman tanah air melalui program "Akatara Indonesian Film Financing Forum".

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah mengatakan, program tersebut merupakan wadah yang dapat mempertemukan pembuat film dengan para investor.

Selain itu, para film maker juga dapat menimba berbagai ilmu tentang perfilman dengan harapan bisa menarik minat investasi.

"Selama ini hambatan bagi pembuat film untuk mengembangkan kreativitas dan kualitas karyanya adalah di sisi pembiayaan. Seperti diketahui, industri film di Indonesia ini sebenarnya mempunyai potensi yang sangat besar," ujarnya saat kegiatan Talkshow Akatara di Bekraf Festival Surabaya, Jumat (16/11/2017).

Jadi Pembicara di Bekraf Festival 2018, Budi Ace Sampaikan Teori Filsuf Descartes Asal Prancis

Menurutnya, banyak perusahaan atau individu yang berkeinginan menjadi investor di film-film produksi Indonesia, entah itu yang bertujuan mencari profit maupun dengan tujuan lain misalnya penyaluran idealisme.

Hanya saja, kata Syaifullah, apabila berbicara Production House (PH) atau rumah produksi yang berskala besar pasti sudah tidak ada kesulitan untuk membiayai produksi sebuah film.

"Namun berbeda dengan film maker yang kategori indie, pasti pembiayaan jadi persoalan tersendiri untuk mereka. Bisa dibilang pendanaan setiap produksi film rata-rata sebesar Rp 5 miliar," jelasnya.

Hari Kedua Bekraf Festival, Desainer Indonesia Tak Sekadar Jual Produk tapi Manfaat bagi Pembelinya

Dijelaskan Syaifullah, hingga kini pertumbuhan peminat Akatara cukup pesat.

Hal ini dilihat dari data tahun 2017 yang mengajukan proposal film ada sebanyak 90.

"Nah, yang berhasil memenuhi persyaratan untuk dipertemukan dengan investor itu sebanyak 40," jelasnya.

Sedangkan tahun ini, lanjutnya, Akatara berhasil menerima 350 proposal film.

Dari total tersebut yang berhasil difasilitasi untuk bertemu penanam modal sebanyak 57 proposal.

"Salah satu pertimbangan dalam menyeleksi proposal yang masuk adalah dengan mempertimbangkan film tersebut layak atau tidak untuk ditawarkan ke investor. Nanti setelah ketemu investor, kami kembalikan lagi ke investornya itu apakah layak didanai atau tidak. Kami tidak membatasi investornya dari dalam atau luar negeri," imbuhnya.

Ngartiyan, Penjual Pentol asal Lamongan, Meninggal Saat Hendak Tunaikan Tugas Khatib Sholat Jumat

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved