Breaking News:

Solidaritas Dukungan Warga dan Air Mata Nuril

Nuril menurut para massa aksi semestinya diselamatkan dan dilindungi, karena merupakan korban pelecehan seksual.

(Kompas.com/fitri)
Air mata Nuril, korban UU ITE melihat dukungan warga dalamaksi solidaritas tolak Eksekusi terhadap dirinya, Minggu (18/11) 

TRIBUNJATIM.COM - Ratusan warga yang menjadi simpatisan Baiq Nuril Maknun (40), korban UU ITE, yang tergabung dalam 'Solidaritas untuk Nuril', Minggu (18/11/2018), menggelar aksi tolak eksekusi terhadap Nuril, di Jalan Udayana Mataram.

Mereka mendesak Presiden Joko Widodo turun tangan memberikan amnesti pada Nuril yang dijerat UU ITE, lantaran dituduh menyebarkan rekaman percakapan asusila atasannya atau Kepala Sekolah SMA 7 Mataram 2014 silam.

Nuril menurut para massa aksi semestinya diselamatkan dan dilindungi, karena merupakan korban pelecehan seksual.

Massa membawa poster dan spanduk yang menyatakan penolakan mereka atas rencana eksekusi yang akan dilakukan Kejaksaan Negeri Mataram.

Laudya Cynthia Bella Ungkap Kesedihan Ketika Menikah, Zaskia Sungkar Sampai Ikut Berurai Air Mata

Massa menilai, putusan Mahkamah Agung (MA) sama sekali tidak mewujudkan rasa keadilan rakyat, gegabah, dan tidak mempertimbangkan latar belakang kasus yang dihadapi Nuril. Nuril diputus bersalah oleh MA dan harus menjalani hukuman penjara 6 bulan dan denda Rp 500 juta.

Rohani Inta Dewi, aktvis perempuan di Mataram dalam orasinya mengatakan, aksi yang mereka lakukan menunjukkan bahwa solidaritas masyarakat terhadap Nuril sangat tinggi.

"Hari ini adalah bentuk solidaritas kita terhadap ibu Nuril, ibu Nuril yang memperjuangkan hak haknya harus menjadi pesakitan, harus didenda Rp 500 juta dan dipenjara, ini negara kita, kita sedang memperjuangkan hak tetapi dipenjara," kata Dewi, dalam orasinya Minggu.

"Negara ini tidak berpihak pada perempuan, tidak berpihak pada korban pelecehan seksual, ini bentuk solidaritas kita, cukup ibu Nuril, tidak ada lagi Nuril-Nuril yang lainnya" tambah dia.

Dalam aksi itu, massa mengumpulkan uang termasuk koin, yang mereka campur dengan sampah dan dimasukkan alam karung. Massa berencana akan mengirim karung berisi uang koin dan sampah itu ke MA, sebagai simbol kekecewaan mereka terhadap buruknya penanganan hukum di negeri ini.

"Ini yang kalian inginkan, uang, uang, seperti ini yang kalian mau, kami tidak terima atas apa yang dilakukan MA terhadap Nuril. Ini uang dan sampah ini akan kami kirim," teriak massa sambil mencampurkan uang koin dan sampah.

Halaman
12
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved