Berlangsung 5 Menit, Angin kencang Memporak-porandakan Dusun Ngaglik Kabupaten Mojokerto

Selain itu, angin kencang juga menumbangkan beberapa pohon yang berada di sekitar rumah warga.

Berlangsung 5 Menit, Angin kencang Memporak-porandakan Dusun Ngaglik Kabupaten Mojokerto
SURYA/DANENDRA KUSUMA
Situasi Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, luluh lantak usai diterjang angin kencang, Senin (19/11). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Angin kencang memporak-porandakan Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Senin (19/11/2018).

Akibatnya, beberapa genteng asbes dan tanah liat rumah warga runtuh hingga terbang terbawa angin.

Selain itu, angin kencang juga menumbangkan beberapa pohon yang berada di sekitar rumah warga.

Tak pelak puluhan rumah warga dan kabel-kabel listrik juga menjuntai ke bawah lantaran tertimpa pohon.

Usai kejadian, para warga berhamburan keluar rumah untuk bahu-membahu memotong pohon yang tumbang dengan menggunakan alat sederhana gergaji dan parang. 

Satsabhara Polres Malang Pergoki 2 Pelajar Bermesraan saat Operasi Rutin Tangkal Premanisme

Siti Rodiyah warga Dusun Ngaglik RT 2 mengatakan, angin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung selama lima menit.

"Anginnya kencang sekali dan berputar-putar dari timur ke barat lalu ke timur lagi. Tak hanya angin kencang, hujan juga sangat deras," katanya kepada Surya.

Menurut Siti yang sudah 20 tahun bertempat tinggal di Dusun Ngaglik, peristiwa angin kencang baru pertama kali melanda dusunnya.

"Saya takut dan panik baru pertama kali saya mengalami peristiwa angin kencang seperti ini. Bahkan, sekarang saja tubuh saya masih gemetaran sangking takutnya," ujarnya sambil menyandarkan punggungnya ke tembok.

Dirinya menceritakan, sebelum angin kencang, Dusun Ngaglik lebih dulu dinaungi awan gelap. Tak hanya itu, petir juga beberapa kali menyambar dengan suara yang menggelegar.

Ring Roda Belakang Patah, Truk Muatan Pasir Terdampar di Tengah Lajur Jalan Prapen Surabaya

"Sebelum angin kencang petir beberapa kali menyambar. Kemudian listrik padam. Tak seberapa lama disusul hujan deras dan angin kencang secara bersamaan," jelasnya.

Warga lain bernama Parti (60) sementara tidak bisa menggelar dagangannya. Sebab, warung makannya yang dibangun dari bambu hampir roboh tersapu angin. Warung makan itu terletak di depan rumahnya.

Selain itu, beberapa langit-langit rumahnya berlubang karena keruntuhan genteng. Akibatnya air hujan menggenangi lantai rumah Parti.

"Saya tinggal sendiri di rumah ini. Untuk mencukupi keperluan sehari-hari saya berdagang makanan di depan rumah. Tapi sekarang warung makan saya luluh lantak diterjang angin. Tetapi saya tidak terlalu memikirkan hal itu. Yang terpenting nyawa saya selamat. pungkasnya.

Hayono Isman: Kebijakan Nasional Harus Berpihak Kepada Rakyat

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Ayu Mufihdah KS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved