Polres Mojokerto Tak Izinkan Warga Ambil Motor Modifikasi Sitaan Sebelum Dirombak ke Bentuk Semula

Operasi Zebra, Polres Mojokerto menyita sejumlah kendaraan modifikasi mulai ukuran ban tak sesuai, pemakaian knalpot 'brong', hingga bodi protolan

SURYA/DANENDRA KUSUMA
Sejumlah pengendara bahu membahu memperbaiki sepeda motor modifikasi yang disita Polres Mojokerto ke bentuk aslinya. Sebelumnya mereka terjaring razia operasi zebra lantaran kendaraannya tidak laik jalan karena dimodifikasi dan tidak membawa kelengkapan surat-surat. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Ada aturan yang harus dipenuhi pengendara yang hendak mengambil kendaraannya usai ditindak anggota Satlantas Polres Mojokerto Kota saat Operasi Zebra.

Aturan ini juga menyoroti pengendara yang telah mengubah bentuk sepeda motornya, mulai ganti ukuran ban lebih kecil, knalpot 'brong', tanpa spion, serta bodi motor 'protolan'.

Polres Mojokerto menilai masih banyak pengendara motor di Kota Mojokerto yang menggunakan kendaraan tidak standar atau sudah dimodifikasi.

Kanit Turjawali Mojokerto, Kota Ipda Safiq Jundhira mengatakan, adapun peraturan yang harus dipenuhi.

(David da Silva Cetak Hattrick Ketiga untuk Persebaya, Osvaldo Haay: Dia Memang Predator)

(Spesifikasi Lengkap dan Harga New Honda CBR150R, Hadirkan 4 Varian Warna, Intip Fitur Terbarunya!)

Pengendara harus terlebih dahulu merombak motor ke bentuk standar sebelum membawa pulang motornya.

"Kalau tidak dikembalikan sesuai standarnya, sepeda motor tidak boleh diambil. Kami amankan sementara di sini," kataSafiq pada Minggu (18/11/2018).

Safiq menambahkan, para pengendara juga harus membawa STNK dan SIM.

Saat, operasi zebra masih banyak ditemukan pengendara yang tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat berkendara.

"Mereka wajib membawa kelengkapan surat-surat itu saat mengambil motornya," jelasnya.

Usai pemilik mengembalikan kendaraan ke bentuk aslinya, polisi akan menyita barang-barang yang sudah diganti dan dinilai tidak memenuhi standar itu.

Tindakan itu dilakukan agar pengendara motor tidak menggunakannya kembali.

(Daftar Juara Olimpiade di MEDSPIN 2018, SMA Unggulan M H Thamrin Raih Best Theory & Best Experiment)

(Serunya Ibu-ibu Kampung Simo Kalangan Surabaya Panen Tanaman Hidroponik di Depan Rumah Sendiri)

"Kami akan mempersilahkan pengendara motor merusak barang-barang (non standar yang sudah diganti) itu. agar tidak ada penyelewengan terhadap petugas. barang-barang hasil sitaan akan dimusnahkan di akhir tahun". Jelasnya.

Motor-motor tersebut merupakan hasil razia yang di lakukan petugas selama operasi Zebra 2018 yang berjalan 12 hari.

"Tahun ini ada peningkatan 20 persen pelajar yang terjaring razia. Di sisi lain kendaraan tidak berstandar SNI yang berhasil kami amankan juga mengalami peningkatan 20 persen atau berjumlah puluhan," sebutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved