Sidak Proyek Trotoar dan Drainase, Wabup Temukan Pengerjaan Terlambat 20 Persen

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek yang berada di jalan basuki rahmat dan jalan teuku umar, Senin (19/

Sidak Proyek Trotoar dan Drainase, Wabup Temukan Pengerjaan Terlambat 20 Persen
M Sudarsono/Surya
Wabup Tuban saat melakukan sidak pengerjaan trotoar yang mengalami keterlambatan 20 persen 

 TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Proyek pengerjaan trotoar dan saluran air (drainase) yang dikerjakan di kawasan Tuban Kota mengalami keterlambatan.

Kondisi tersebut membuat Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek yang berada di jalan basuki rahmat dan jalan teuku umar, Senin (19/11/2018).

Didampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Tuban, Sudarmaji, Wabup mulai mengecek kondisi terkini trotoar dan drainase.

"Ada keterlambatan pengerjaan 20 persen sesuai yang telah disusun sebelumnya. Saat ini baru 30 persen yang dikerjakan," kata Wabup saat di lokasi kepada TribunJatim.com.

Dia meminta, agar proyek tersebut segera dikerjakan dan selesai tepat pada waktunya, mengingat pada bulan ini memasuki musim penghujan.

Pelaku Pencabulan Anak Sesama Jenis Ancam Sebar Video Pencabulan Jika Korban Tolak Permintaannya

Selain alasan tersebut, alasan penyelesaian juga berkaitan dengan kelancaran arus lalu lintas, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan.

"Sebentar lagi musim penghujan, harapannya segera diselesaikan," ujar politisi PKB tersebut.

Dia menjelaskan, pembangunan drainase ini menggunakan teknik konstruksi Ecodrain, yaitu pemanfaatan teknik tersebut dapat menampung jumlah air lebih banyak dan dapat menyerap air lebih maksimal.

Fungsi kegunaannya tentu sebagai sumber sumur resapan air, manakala volume air hujan tinggi.

"Kita akan minta untuk terus dikerjakan, karena di sisi lain trotoar juga untuk akses disablitas," katanya kepada TribunJatim.com.

La Nyalla Didoakan Gus Dillah Pengasuh Ponpes Pendopo Watu Bodo Ujungpangkah Gresik

Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa trotoar haruslah dimanfaatkan sebagai jalur pejalan kaki. Oleh karena itu, kedepan akan dilakukan pengawasan terus-menerus, serta sosialisasi ke masyarakat agar menghormati hak-hak pejalan kaki, serta disabilitas.

"Trotoar juga dibangun untuk jalur khusus disabilitas, ini yang perlu diketahui juga," terangnya.

Wabup dua periode juga menginstruksikan, agar adanya penambahan jumlah pekerja dan waktu pengerjaan. Sehingga keterlambatan pengerjaan itu bisa diselesaikan.

"3 Desember mendatang proyek harus selesai, kalau tidak selesai ya akan ada tindakan tentunya," pungkasnya.(nok/TribunJatim.com)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved