Breaking News:

Pemkab Sidoarjo Bakal Bangun Overpass di Sumokali

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo Sigit Setyawan, proyek JLB merupaka program prioritas yang masuk dalam RPJMD Ka

Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Kondisi proyek overpass Surabaya 

 TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Upaya merampungkan proyek Jalan Lingkar Barat (JLB) terus dikebut. Contohnya pembangunan Overpass agar jalan itu tersambung karena melewati rel Kereta Api (KA) dan lahan milik pengembang.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo Sigit Setyawan, proyek JLB merupaka program prioritas yang masuk dalam RPJMD Kabupaten Sidoarjo.

Sekarang ini pihaknya masih menunggu survey dari Kementerian Perhubungan, terkait rencana membangun Overpass untuk JLB.

"Secara prinsip Overpass sudah disetujui kementerian, tinggal dicek ke lapangan," ungkap mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo ini kepada TribunJatim.com.

Tersangka Prostitusi Gay Dinilai Berubah Kondisi Fisiknya, Kapolda Jatim: Kamu Kok Agak Iteman?

Overpass ini rencananya akan dibangun oleh pengembang yang lahannya dilewati oleh JLB. Overpaas ini untuk menyambungkan JLB yang terputus oleh lahan pengembang, antara titik di Desa Sumokali dan Desa Sugihwaras Kecamatan Candi.

"Jika Overpass selesai dibangun, maka JLB titik Sumokali-Sugihwaras bakal terhubung. Saat ini, lahan yang bakal disambungkan dengan Overpass ini sudah dilakukan pengurukan, tepatnya di sisi utara Sumokali dan sisi selatan Sugihwaras," urainya kepada TribunJatim.com.

Sehingga, kata Sigit, jika Overpass selesai, maka segera dilakukan pengaspalan. Targetnya, Overpass dibangun sesegera mungkin, yakni tahun 2019.

Untuk JLB titik Sumokali hingga Sugihwaras, panjangnya sekitar 1,1 Kilometer. Total panjang JLB sekitar 8 Kilometer. Untuk sisi selatan, JLB akan tembus hingga bundaran Ketapang, Tanggulangin.

Tanggapi Masalah Angel dan Vicky, Deddy Corbuzier Ungkap Perbedaan Pria dan Wanita yang Selingkuh

Sedangkan sisi utara, tembus hingga kawasan jalan dekat Musuem Mpu Tantular, Buduran. JLB ini melewati kawasan Perum Taman Pinang, bundaran GOR, hingga Jalan Pagerwojo.

Proyek JLB dimulai dengan pembebasan lahan sejak tahun 2014. Pekerjaan JLB berlanjut hingga pengurukan badan jalan pada tahun 2017.

Untuk pembebasan lahan, pemkab telah mengucurkan dana sekitar Rp 30 Miliar dan untuk pengurukan badan jalan, menyerap dana sekitar Rp 12 Miliar.

Proyek JLB juga diharapkan bisa mengurangi kemacetan kawasan kota Sidoarjo. Kendaraan dari Porong yang hendak menuju Surabaya, tidak perlu masuk kota dengan melewati JL KH Mukmin hingga Jl Diponegoro. Kendaraan ini bisa melewati JLB dari arah Bundaran Ketapang dan keluar di kawasan Museum Mpu Tantular.(ufi/TribunJatim.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved