Pendaftaran CPNS 2018

Caleg PKS Lilik Hendarwati Tuntut Hasil Tes CPNS 2018 Lebih Transparan

Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari PKS ikut menyoroti minimnya peserta CPNS 2018 yang lolos SKD.

Caleg PKS Lilik Hendarwati Tuntut Hasil Tes CPNS 2018 Lebih Transparan
TRIBUNJATIM/HANIF MANSHURI
Para pelamar CPNS yang lolos seleksi administrasi mulai mengikuti Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) di Kampus Unisda Lamongan, Jumat (26/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lilik Hendarwati ikut menyoroti minimnya peserta CPNS 2018 yang lolos dari Seleksi Kompetisi Dasar (SKD).

Menurut Lilik Hendarwati, melihat gaung dari CPNS 2018 yang sudah direncanakan cukup lama, harusnya persiapannya sudah sangat matang dan setiap tahapan bisa berjalan dengan lancar.

"Kenapa bisa pada tes SKD sudah banyak yang gugur, apakah karena terget yang terlalu tinggi, atau hal yang lainnya," kata Lilik Hendarwati menanggapi tentang CPNS 2018, Rabu (21/11/2018).

Minim Formasi CPNS Pemkot Surabaya yang Lolos TKD, DPRD Dukung Penurunan Passing Grade

Dicoret DPRD Surabaya, Rencana Pembangunan Pengolahan Limbah B3 di Surabaya Dipastikan Batal

Lilik Hendarwati sendiri lebih menyoroti pada hasil SKD yang ia nilai tidak transparan.

"Karena ini kan model komputerisasi, artinya kita tidak tahu, hasilnya tidak terbuka dan tidak transparan, apakah itu betul-betul hasil pekerjaan kita atau bagaimana," kata Caleg DPRD Provinsi dari Dapil Jatim I ini.

Lilik Hendarwati, Caleg DPRD Jatim dari PKS
Lilik Hendarwati, Caleg DPRD Jatim dari PKS (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

Menurut Lilik Hendarwati, seharusnya hasil SKD betul-betul diserahkan kepada peserta dalam bentuk print out, sehingga peserta betul-betul bisa mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang ia kerjakan.

UPDATE CPNS 2018: Hanya 17 Peserta Formasi Guru SD di Kota Blitar yang Nilainya Capai Passing Grade

Hasil Akhir Persebaya U-16 Vs Perseru U-16, Berakhir Imbang, Persebaya U-16 Paceklik Kemenangan

"Ini bukan curiga, tapi kita perlu transparansi, karena dengan model komputerisasi ini bisa saja dimanipulasi," ucapnya.

Selain itu, Lilik Hendarwati mengatakan agar perumus soal harus mengkoreksi apakah soal-soal tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh formasinya ataukah standarnya terlalu tinggi.

Peserta Tes CPNS yang Lolos Passing Grade TKD Minim, Pemkot Surabaya Minta Kebijakan BKN Pusat

Pakde Karwo Dukung Sistem Pemeringkatan pada Pengisian Formasi CPNS 2018 yang Kurang

"Untuk formasi dengan kebutuhan SDM yang tinggi wajar soalnya dengan kesulitan yang tinggi, misalnya dokter, wajarlah kalau soalnya itu mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi dan soal untuk formasi dokter itu tidak bisa disamakan dengan misalnya perawat, walaupun itu masih dalam tes SKD tetap tidak bisa digebyah uyah (disama ratakan)," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved