Ortu Penyerang Polisi di Lamongan Minta Keringanan Hukuman, Farikhin: MS Masih Siswa SMK Terpengaruh

Ortu Penyerang Polisi di Lamongan Minta Keringanan Hukuman, Farikhin: MS Masih Siswa SMK dan Hanya Kena Pengaruh Paham Radikal.

Ortu Penyerang Polisi di Lamongan Minta Keringanan Hukuman, Farikhin: MS Masih Siswa SMK Terpengaruh
TRIBUNJATIM/HANIF MANSHURI
Farikhin dan istrinya, Muinah, orang tua terduga pelaku penyerang polisi di Lamongan, saat ditemui di rumahnya, Rabu (21/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Di rumah sederhana di wilayah Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, do gang sempit, kedua orang tua MS (17), salah satu diantara dua terduga perusak pos polisi dan penyerang Bripka A di Paciran, Kabupaten Lamongan, hanya bisa memelas dan berharap bisa bertemu anaknya.

"Belum pernah ketemu dan tidak tahu dimana. Katanya ada di Kapolres," ujar Farikhin (50), orang tua MS saat ditemui TribunJatim.com, Rabu (21/11/2018) di rumahnya.

Sejak anaknya ditangkap, Farikhin mengaku belum pernah ketemu. Yang ia dengar hanyalah, anak keduanya itu ditangkap polisi.

"Surat pemberitahuannya ada. Sudah dikirim ke sini," katanya.

Jaga Pos Lantas, Anggota Polres Lamongan Diserang Orang Tak Dikenal, Wakapolda Langsung Turun Tangan

Mantan Anggota Polri Penyerang Polisi di Lamongan Pernah Mendekam di Penjara Karena Kasus Pembunuhan

Farikhin dan istrinya, Muinah (39) berharap bisa bertemu anaknya. Selain itu, keduanya juga menginginkan agar ada keringanan untuk MS, anaknya. "Saya benar-benar kepingin ketemu, " ucapnya.

Menurut Farikhin, harapan ada keringanan untuk anaknya itu, lantaran anaknya karena terpengaruh teman, dan tidak mempengaruhi.

"Makanya, apa tidak ada keringanan hukuman untuk anak saya," imbuh Farikhin, yang bekerja sebagai buruh di toko mebel ini.

Katanya, anaknya mendapat pengaruh dari teman kenalannya ER. Dan pengaruh itu langsung di telan. Itu karena kemampuan dan ilmu anaknya masih sangat dangkal.

Kronologi Lengkap, Polisi Lamongan Diserang Pakai Katapel Kelereng, Korban Tabrak Penyerang

Sebelum Menyerang Polisi di Lamongan, ER Mantan Anggota Polri Besuk Napi Teroris Kelompok Abu Roban

MS baru naik kelas III di salah satu SMK Swasta di Sedayulawas, tak jauh dari rumahnya.

Farikhin dan ibunya Muinah, sama sekali tak mengira putranya akan terkena pengaruh paham radikalisme.

Padahal sebelum kenal ER, diakui, anaknya MS rutin setiap pagi mengantar adiknya perempuannya berangkat sekolah di MI Geneng.

Setelah mengantar adiknya, MS tetap sekolah di SMK."Tapi sejak kenal temannya itu jadi berubah," kata Farikhin. (Hanif Manshuri)

Polisi Lamongan Diserang, Penampilan Penyerang Misterius, Selalu Sembunyikan Wajah Dengan Masker

Hasil Pendalaman, ER si Penyerang Pos Polantas di Lamongan Diduga Terlibat Kelompok Jaringan Teroris

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved