Kampus di Surabaya

Dukung Kultur 'Cangkruk', UNESA Hadirkan Festival Kopi Kampus

Surga bagi para mahasiswa pecinta kopi dihadirkan oleh 15 mahasiswsa semester 5 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Dukung Kultur 'Cangkruk', UNESA Hadirkan Festival Kopi Kampus
SURYA/DELYA OCTOVIE
Suasana kompetisi latte art dalam Festival Kopi Kampus di Gedung Gema UNESA Ketintang, Selasa (24/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Surga bagi para mahasiswa pecinta kopi dihadirkan oleh 15 mahasiswsa semester 5 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Selasa (24/11/2018).

Demi menuntaskan mata kuliah MICE, para mahasiswa ini menggelar event berjudul 'Festival Kopi Kampus' di Gedung Gema UNESA Ketintang Surabaya.

"Kami dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing 15 orang. Kami memutuskan membuat festival kopi karena sekarang kopi di Surabaya sedang berkembang, dan selaras dengan kultur cangkruk," tutur Asha, ketua panitia Festival Kopi Kampus.

Ia menyebut festival kopi seperti ini masih jarang digelar di kampus. Padahal, kopi dan mahasiswa dinilai nyaris tak terpisahkan.

(Ingat Tante Rambut Palsu di Carita de Angel? Pernah Diterpa Rumor Aneh, Begini Sekarang Kabarnya)

(Kemendikbud Usulkan Pendidikan Moral Pancasila Diaktifkan, Dispendik Jatim: Itu Bukan Doktrin)

"Ketika mengerjakan skripsi, tugas, dan lain-lain, pasti kami mencari Wi-Fi dan kopi untuk teman begadang," jelasnya.

Festival Kopi Kampus menggaet 15 tenant kopi serta 3 tenant makanan yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Festival ini juga dimeriahkan oleh kehadiran dua komunitas kopi, yakni Ayok Ngopi dan Dinasty Ming.

"Pertama kami membuka registrasi untuk umum, tetapi kami juga bekerja sama dengan Ayok Ngopi dan Dinasty Ming, nah itu mereka mengajak teman-temannya dan sangat mendukung acara kami," ujarnya.

(Sari Roti Didenda KPPU Rp2,8 Miliar, Apa Langkah yang Bakal Diambil?)

(Kabar Terbaru Gisella dan Gading Marten, Pengacara Ungkap Kesibukan hingga Kondisi Emosi Mereka Kini)

Tujuan festival ini, adalah untuk memperkenalkan kopi yang benar itu seperti apa, sekaligus mengulik tentang sisi entrepreneur di bidang kopi.

"Karena kami ingin mahasiswa tidak hanya sekadar belajar di kampus saja, tetapi juga punya kemampuan sebagai entrepreneur," ungkapnya.

Selain bazaar kopi, Festival Kopi Kampus juga menggelar live music, kompetisi latte art, penampilan komunitas, serta demo pouring latte art.

Reporter: Surya/Delya Oktovie

(Sidoarjo Punya Trek Ujian SIM Sensor Ultra Sonic, Korlantas Polri Berkunjung ka Jawa Timur)

(Cerita Polisi yang Diserang Dua Orang di Lamongan, Saya Kira Orang Mabuk)

Penulis: Delya Octovie
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved