Kakek 88 Tahun di Situbondo Didakwa Serobot Tanah 13 Hektare Milik PT Situbondo Refinary Industri

Kakek 88 Tahun di Situbondo Didakwa Serobot Tanah Tambak 13 Hektare Milik PT Situbondo Refinary Industri.

Kakek 88 Tahun di Situbondo Didakwa Serobot Tanah 13 Hektare Milik PT Situbondo Refinary Industri
TRIBUNJATIM/IZI HARTONO
H Salam (memgenakan kopyah putih) didampingi kuasa hukumnya, Yudistira Nugroho di ruang pengacara di PN Situbondo, Selasa (27/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Seorang kakek tua di Kabupaten Situbondo, harus duduk di ruang persidangan Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, Selasa (27/11/2018).

Kakek berusia 88 tahun bernama H Salman, warga Dusun Karang Gedang, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran ini, didakwa diduga menyerobot atau menguasai tambak seluas 13 hektare oleh pihak PT Situbondo Refinary Industri (SRI).

Sidang yang dipimpin langsung ketua PN Situbondo, Toetik Ernawati selaku Ketua Majelis Hakim persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan.

Ngaku Intel & Janji Nikahi Gadis, Polisi Gadungan Ini Tipu Guru di Madiun Hingga Ratusan Juta Rupiah

Dalam sidang perdana tersebut, terdakwa Salman didampingi dua orang pengacaranya. Yakni Yudiatira Nugroho dan Musram Doso.

Kepada Surya (Tribunjatim.com Netrowk), Salman mengaku dirinya tidak merasa mencaplok tanah milik PT SRI, melainkan tanah tambak itu memang miliknya sendiri dan dirinya tidak pernah menjual kepada pihak manapun.

"Itu tambak milik saya dan saya tidak pernah menjualnya. Saya sejak dulu sudah mengelola tambak itu," tegasnya, usai persidangan.

Protes ke Pimpinan Satpol PP Tak Digubrik, Avisha Ngamuk dan Rusak Rumah Dinas Wali Kota Blitar

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Amsumo, menantu H Salman. Menurutnya, mertuanya tidak pernah menggadaikan ataupun menjual tanah tambak kepada siapapun.

"Semua suratnya masih lengkap kok. Ada petoknya dan saya tidak mengada-ada," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum H Salman, Yudiatira mengatakan, kliennya didakwa menyerobot tanah, padahal sejatinya kliennya menguasai tanah itu sejak tahun 1957.

Menurutnya, dirinya tidak paham apa dasar dari pihak PT SRI melaporkan orang tua itu. Padahal, kata Yudistira, persoalan ini sudah masuk ranah kasus perdata. Namun entah bagaimana awalnya sehingga pihak PT SRI memaksakan melalui Polda Jatim melaporkan Salman ini kerana pidana.

Baru Dipasang di Blitar, Patung Bung Karno yang Habis Anggaran Miliaran Langsung Diminta Dibongkar

Halaman
123
Penulis: Izi Hartono
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved