Rumah Politik Jatim

Langkah PDIP Tinggalkan Model Kampanye Massal Dinilai Punya Banyak Tujuan, Begini Kata Pengamat

Untuk pemenangan Pileg, model door to door ini, kata Surokim, akan memperkuat efek ekor jas yang didapatkan PDIP atas pencapresan Jokowi.

Langkah PDIP Tinggalkan Model Kampanye Massal Dinilai Punya Banyak Tujuan, Begini Kata Pengamat
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Ekspansi penggalangan dukungan oleh Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) untuk pemenangan pasangan capres - cawapres Jokowi - KH Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 terus dilakukan. Pagi ini, Minggu (25/11/2018), JKSN bersama ratusan para pekerja migran yang ada di Hong Kong dan Macau berkumpul di Victoria Park untuk deklarasi dukungan pemenangan capres dan cawapres nomor urut 1 tersebut. Fatimatuz zahroh 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, menilai langkah PDIP meninggalkan model kampanye pengumpulan serta pengerahan masa dan memilih untuk lebih fokus ke kampanye door to door sangat efektif baik untuk pemenangan Pilpres maupun Pileg.

Untuk pemenangan Pileg, model door to door ini, kata Surokim, akan memperkuat efek ekor jas yang didapatkan PDIP atas pencapresan Jokowi.

Menurut Surokim, dengan face to face, tingkat keefektifan kampanye akan semakin tinggi dibandingkan dengan pengumpulan masa walaupun memang dibutuhkan tenaga yang lebih besar.

Bunga Tabebuya Berguguran, Petugas Kebersihan di Taman Apsari Mengaku Bekerja Ektra

"Pengerahan tenaga ini perlu dan PDIP tidak boleh leha leha melihat partai Gerinda yang juga mendapatkan efek ekor jas dari pencalonan Prabowo," lanjut peneliti Surabaya Survei Center (SSC) ini.

Cara ini, lanjut Surokim, juga efektif untuk menarik calon pemilih yang masih bimbang atau bahkan belum tahu harus memilih siapa.

"Sampai sekarang angka swing voter masih 34 persenan dan undicided voternya masih 25 persen an di Jatim, jadi masih sekitar 60 persen yang harus direbutkan oleh banyak pihak," ucapnya

Sempat Bikin Heboh, Pelaku Perusakan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar Berhasil Ditangkap

Selain dalam rangka pemenangan, model door to door ini, juga bertujuan untuk mengedukasi calon pemilih terkait Pemilu 2019.

Terutama dalam membedakan kertas suara untuk memilih DPD, DPRD kabupaten kota, DPRD provinsi, dan presiden.

"Di Pemilu ini menjadi pengalaman pertama ketika orang memilih dengan kertas suara sedemikian banyak sementara kemampuan orang untuk mengingat itu juga terbatas, jadi juga harus ada pendekatan khusus yang lebih efektif untuk menyasar pemilih," pungkasnya.

4 Campers Tiba di Surabaya, Peserta DBL Camp 2018 Masuki Tahap Medical Check Up

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved