Rumah Politik Jatim

PDIP Dinilai Belum Bisa Maksimalkan Efek Ekor Jas Jokowi, Pengamat Politik Sebut Megawati Lebih Kuat

Pencalonan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 dianggap memberikan efek ekor jas yang besar bagi PDIP.

PDIP Dinilai Belum Bisa Maksimalkan Efek Ekor Jas Jokowi, Pengamat Politik Sebut Megawati Lebih Kuat
istimewa
Megawati dan Jokowi bertemu di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pencalonan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 dianggap memberikan efek ekor jas yang besar bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai asal Jokowi.

Namun nyatanya, efek tersebut menurut Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto saat memberi pengarahan di Rapat Konsolidasi Pemenangan Pemilu 2019 di depan kader dan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (25/11/2018) malam, belum bisa dimaksimalkan oleh PDIP, melihat jauhnya elektabilitas Jokowi dibandingkan dengan partai berlambang banteng tersebut.

Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf Amin di Sampang, Khofifah Ajak Tak Gunakan Kekerasan Dalam Politik

Fahri Hamzah Sebut Ahok Punya Persamaan dengan PDIP & Tak Mungkin Dukung Prabowo: Sudah Kelihatan

Menanggapi hal itu, pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam mengatakan, elektabilitas Jokowi tidak bisa dibandingkan dengan elektabilitas PDIP walaupun tidak bisa dipungkiri PDIP mendapatkan efek ekor jas dari pencapresan Jokowi.

"Yang harus dipahami pemilih presiden bukan hanya melulu soal afiliasi politik yaitu partai, tapi pemilih di Indonesia masih banyak yang mengutamakan figur," kata Surokim, Selasa (27/11/2018).

Surokim melanjutkan, suara Jokowi juga bukan hanya berasal dari PDIP, tapi juga partai koalisi lainnya seperti PKB, Nasdem, Golkar, dan partai koalisi yang lain.

Kebijakannya Dianggap Berpihak pada Wong Cilik, Jokowi Didukung Relawan Milenial Sumenep

8 Fakta Kunjungan Yusril ke Jatim, Tantang Prabowo Sumpah Pocong hingga Ungkap Isi Tawaran Sandi

"Artinya kader PDIP ini belum bisa memanfaatkan coattail effect secara maksimal dan kalau mau memaksimalkannya harus bisa mengeksplorasi figur Jokowi lebih jauh. Bagaimana cara agar masyarakat mengetahui bahwa Jokowi ini merupakan kader dari PDIP," ucapnya.

Terlebih lagi saat ini orang-orang masih mengidentikkan PDIP lebih ke Megawati daripada Jokowi

"Kalau PDIP ingin semakin mendekatkan elektabilitasnya dengan perolehan angka elektabilitas Jokowi, harusnya Pak Jokowi yang lebih banyak ditonjolkan pada setiap kegiatan PDIP, apalagi Jokowi masih menjadi magnet utama pada swing voter yang jumlahnya sangat besar," pungkasnya.

Lanjutkan Persahabatan Orang Tua, Prabowo Subianto Hadiri Undangan Maulid KHR Cholil Asad Situbondo

Djadjang Nurdjaman Beberkan Kunci Penampilan Garang Persebaya Surabaya di Tujuh Laga Terakhir

Berdasarkan survei Litbang Kompas yang diselenggarakan pada 24 September-5 Oktober 2018 sendiri, elektabilitas Jokowi mencapai 52,6 persen sedangkan PDIP 29,9 persen.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved