Aksi KPK di Jatim

KPK Periksa Sejumlah Kepala Dinas di Pemkab Malang

Sementara itu, Avicenna mengatakan kalau ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang menyeret nama Bupati Malang Rendra Kresna.

KPK Periksa Sejumlah Kepala Dinas di Pemkab Malang
TRIBUNJATIM.COM/ALFI SYAHRI RAMADANA
Bupati Malang Rendra Kresna membantah tuduhan KPK, yaitu menerima suap dan gratifikasi. Foto diambil di pendopo Kabupaten Malang, Kamis (11/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Memasuki hari keempat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi kasus dugaan korupsi di Pemkab Malang, Kamis (29/11/2018).

Kali ini, sejumlah nama dengan jabatan kepala dinas diperiksa.

Sejumlah nama yang diperiksa adalah Kepala Dinas Pendidikan, M Hidayat, Kepala Dinas Lingkungan hidup, Budi Iswoyo, Kepela Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Iriantoro.

Selain itu juga ada Sekretaris Dispora, Abdul Haris, Sekretaris DPUSDA Avicenna Medisica Sani, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), M Imron, Kabid Bina Manfaat DPUSDA, M Fauzi dan Kabid Pemeliharaan DPUBM, Suwignyo.

"Materi pemeriksaan sama saja," kata Haris saat jeda pemeriksaan.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko Turun Langsung Cari Penyebab Banjir di Jalan Galunggung

Sementara itu, Avicenna mengatakan kalau ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang menyeret nama Bupati Malang Rendra Kresna.

"Baru isi data. Sebagai saksi Pak Bupati," kata Avicenna.

Sementara itu M Fauzi, yang hadir dalam pemeriksaan tim KPK mengatakan, dirinya datang atas panggilan KPK.

“Saya datang hanya seabtas diminati keterangan, didalam masih banyak yang diperiksa,” ucapnya, saat ditemui dijeda pemeriksaan.

Namun, ketika ditanya soal keterlibatannya dan soal pertanyaan yang diberikan oleh KPK apa soal DAK 2011, Fauzi tidak banyak berkomentar.

“Soal apa saya no comment. Nanti saja ya,” tegasnya.

KPK memeriksa sejumlah saksi terkait kasus suap di Pemkab Malang yang menyeret Bupati Malang Rendra Kresna. KPK sudah menetapkan Bupati Malang non-aktif itu sebagai tersangka dan menahannya.

Rendra diduga menerima suap terkait penyediaan sarana, terutama proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sebesar Rp 3,45 miliar. KPK juga menetapkan Ali Murtopo sebagai pemberi suap. Ali sendiri adalah rekanan dalam proyek tersebut. (Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved