Sungai di Asembagus Dibangun Jalan, Warga Protes ke Apartemen Gunawangsa Tidar dan DPRD

Warga RW 2 Asembagus Kelurahan Tembok Dukuh, Bubutan mendesak Pemkot Surabaya turun tangan terhadap proyek jalan Apartemen Gunawangsa Tidar

Sungai di Asembagus Dibangun Jalan, Warga Protes ke Apartemen Gunawangsa Tidar dan DPRD
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Warga RW 2 Asembagus Kelurahan Tembok Dukuh Kecamatan Bubutan protes dan mengeluh ke Komisi C DPRD Kota Surabaya yang sidak ke lokasi, Sabtu (1/12/2018). Fatimatuz zahroh. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Warga RW 2 Asembagus Kelurahan Tembok Dukuh Kecamatan Bubutan yang terdampak proyek jalan untuk apartemen Gunawangsa Tidar mendesak Pemkot dan juga DPRD berpihak pada rakyat.

Saat didatangi Komisi C DPRD Kota Surabaya, Sabtu (1/12/2018) siang, warga meminta sejumlah tuntutan terkait kondisi sungai kampungnya yang saat ini sudah ditutup separuh untuk pembangunan jalan.

Aziz, warga RT 5 RW 2 yang juga Ketua Komunitas Perjuangan Korban (KPK) Apartemen Gunawangsa Tidar mengatakan, sebelum permasalahan ini mencuat, deretan bangunan liar yang dihuni 29KK sempat berdiri di atas sungai.

Namun setahun yang lalu, Pemkot menertibkan deretan bangunan liar itu dengan dalih normalisasi sungai.

(VIDEO: Via Vallen Terpeleset di Panggung SCTV Awards 2018, Lihat Aksi Spontan yang Ia Lakukan!)

(Hari AIDS Sedunia Diperingati Tiap 1 Desember, Ternyata Ini Makna di Balik Simbol Pita Merah)

"Pemkot ternyata tidak terbuka dengan kita. Sebab ternyata belakangan sungai yang sudah dinormalisasi itu, dibangun jalan untuk apartemen Gunawangsa Tidar, kami tidak terima," kata Aziz.

Ia mengatakan, warga ingin pihak apartemen Gunawangsa bertanggung jawab atas kondisi sungai yang kini membuat banjir di kawasan RW 2.

Sudah sebulan ini warga menghentikan pembangunan jalan, dan meminta agar lokasi tersebut dikembalikan ke fungsi aslinya yakni saluran air.

Terlebih dengan adanya pembangunan jalan, sampah di sungai mampet dan mendatangkan serangan nyamuk.

Tidak hanya itu, Aziz menyampaikan agar pihak Apartemen Gunawangsa juga membayar kompensasi ke warga.

Warga mengklaim selama ini terganggu pengerjaan apartemen, kebisingan dan juga debu.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved