KPK Ceritakan Singapura yang Tindak Pelaku Korupsi Senilai 10 Dollar di Singapura

Tak jarang tindakan korupsi sebenarnya berawal dari tindakan yang dianggap kecil dan biasa, hingga tanpa sadar merugikan jutaan orang

KPK Ceritakan Singapura yang Tindak Pelaku Korupsi Senilai 10 Dollar di Singapura
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Wakil Ketua KPK, Laode Syarif usai menghadiri Penandatanganan Komitmen Bersama Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Pemerintah Provinsi Jatim. 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA — Pemberantasan korupsi menjadi fenomena yang masih perlu penanganan khusus di Indonesia.

Tak jarang tindakan korupsi sebenarnya berawal dari tindakan yang dianggap kecil dan biasa, hingga tanpa sadar jadi kegiatan yang merugikan jutaan orang. 

Untuk itu, tindak pencegahan korupsi sangat dibutuhkan untuk memangkas bibit-bibit tindakan korupsi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Laode M Syarif pun bercerita tentang proses pencegahan dan penindakan kasus korupsi yang dia lihat di Singapura.

(UPDATE DAFTAR LENGKAP Link 95 Instansi Umumkan Hasil Tes SKD dan Peserta SKB CPNS 2018, Cek Namamu)

(Dewan Perwakilan Mahasiswa Usulkan Universitas Trunojoyo Madura Gelar Tes Urine)

Menurut Laode, negara tersebut sangat jeli terhadap kejahatan korupsi.

Laode lantas menyinggung sebuah cerita yang disebut " Korupsi 10 Dollar".

"Jadi suatu saat ada pembantu dari Indonesia kerja di Singapura, dia naik subway, di sana kan dilarang minum, tapi karena dia orang baru, dia minum," cerita Laode dalam Diskusi Publik Hasil Review Konvensi PBB Antikorupsi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Kemudian, kata Laode, tindakan sang pembantu tersebut diketahui oleh petugas pengamanan di dalam kereta.

Saat dia turun, petugas pun menyerahkan dia ke penjaga stasiun. Sang penjaga pun menyinggung tingginya denda bagi penumpang yang kedapatan minum di dalam kereta.

(Usai Pembekalan Caleg Hanura se-Jawa Timur, Kelana Aprilianto: Kita Harus Turun dan Linear)

(KRPK Berkomentar Soal Patung Bung Karno di Blitar: Kalau Tidak Mirip, Untuk Apa Dipasang?)

"Penjaganya ini dia bilang, 'Kamu tadi minum, ini lihat dendanya besar sekali, tapi boleh kamu kasih 50 dollar, saya lepas'. Ya pembantu enggak adalah uang sebesar 50 dollar itu. Dia punya 10 dollar, 'Saya cuma punya 10 dollar', diambil juga sama sekuriti. Terus dia (pembantu) pulang," kata Laode.

Halaman
12
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved