Gelar Sholawatan di Makodam V Brawijaya, Pangdam: Tidak Ada Kaitannya dengan Separatisme

Ribuan jamaah memadati Kodam V Brawijaya untuk mengikuti sholawatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad dan Hari Pahlawan tahun 2018.

Gelar Sholawatan di Makodam V Brawijaya, Pangdam: Tidak Ada Kaitannya dengan Separatisme
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman saat ditemui usai sholawatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad dan Hari Pahlawan tahun 2018, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ribuan jamaah memadati Kodam V Brawijaya untuk mengikuti sholawatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad dan Hari Pahlawan tahun 2018, Senin (3/1/2018) malam.

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman mengatakan, dalam pengajian tersebut, Kodam V Brawijaya bersama Pemprov Jatim dan Polda Jatim mengajak masyarakat untuk lebih mempererat persatuan dan kesatuan antar umat beragama.

"Ini tentang kebersamaan antar umat beragama, bukan hanya umat islam aja tapi juga tokoh-tokoh umat beragama lain kita ajak berkumpul disini," kata Mayjen TNI Arif Rahman saat ditemui usai acara.

Tersangka Dinyatakan Gila, Proses Hukum Pembunuhan Suami Istri di Tulungagung Dihentikan Sementara

Jika persatuan dan kesatuan tersebut terus terjalin, lanjut Arif, kondusivitas di Indonesia khususnya di Jatim juga akan terus terjaga.

Dalam acara tersebut hadir Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, dan juga hadir ulama kharismatik Habib Luthfi bin Yahya.

"Kebetulan ini yang hadir Habib Luthfi, karena beliau ini sebelum disini juga menghadiri acara yang serupa juga di Semarang di Lampung serta daerah lain, dan malam ini di Kodam V Brawijaya," ucapnya.

Buka Jasa Pembuatan Dokumen Palsu, Mantan ASN Asal Sidoarjo Diamankan Polda Jatim

Acara ini, lanjut Arif, sudah lama direncanakan dan tidak ada hubungannya dengan aksi dugaan separatisme oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang berunjuk rasa di Surabaya pada tanggal (1/12/2018) kemarin yang menuntut Papua Barat merdeka.

"Ini sudah lama rencananya, tidak ada hubungannya dengan aksi separatisme kemarin, Hari Pahlawan kan tanggal 10 November, tapi diundur-undur karena kesibukan beliau dan yang lain jadi baru bisa sekarang," ucapnya.

"Dengan terselenggaranya acara ini mudah-mudahan Indonesia khususnya Jatim menjadi lebih tentram aman dan damai," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved