Breaking News:

Realisasi Kartu Tani untuk Petani di Kabupaten Malang Terbentur Kendala NIK Ganda

Banyaknya ditemukan nomor ganda pada nomor induk kependudukan (NIK) KTP milik petani, diakui jadi kendala untuk merealisasikan Kartu Tani.

SURYA/ERWIN WICAKSONO
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Budiar Anwar, Selasa (4/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Banyaknya ditemukan nomor ganda pada nomor induk kependudukan (NIK) KTP milik petani, diakui oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Budiar Anwar, sebagai kendala Pemerintah Kabupaten Malang untuk merealisasikan Kartu Tani.

Sebagai langkah solutif selesaikan masalah ini. Budiar menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemutakhiran data.

"Sebenarnya dari 48.000 Kartu Tani yang sudah dicetak. Masih ada sekitar 38.000 kartu yang belum terdistribusi. Ya itu tadi problem adanya nomor ganda. Kemudian karena adanya perubahan data pemilik Kartu Tani yang setiap saat bisa berubah. Sudah kami pikirkan solusinya," papar Budiar Anwar, ketika dikonfirmasi, Selasa (4/12/2018).

Inisiatif Tentara di Pakisaji Malang kepada Para Difabel Melalui Yayasan Kartika Mutiara

Soal Isu Pengaturan Skor Arema FC Vs Sriwijaya FC Rp 400 Juta, Begini Komentar Manajemen Arema FC

Wisata Alam di Gunung Banyak Kota Batu Ramai Dikunjungi Wisatawan Pemburu Kabut

Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan salah satu bank yang sudah bekerja sama untuk meminta bantuan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk dilakukan pendataan ulang.

Budiar Anwar juga menjelaskan, Kartu Tani ini, adalah sebuah upaya membantu petani di Kabupaten Malang agar dapat lebih terfasilitasi, terutama dalam memperoleh pupuk bersubsidi.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindarkan petani dari kebocoran pendistribusian.

Sambut Musim Hujan, Dinas Pekerjaan Umum Keruk Sampah di Jalan Borobudur Malang

Kalahkan PS Tira Jadi Salah Satu Pembuktian Arema FC Tak Lakukan Pengaturan Skor

Beri Sinyal Bertahan, Hamka Hamzah Jadikan Arema FC sebagai Tim Prioritasnya Musim Depan

"Ini sebagai solusi dengan adanya Kartu Tani  itu. Yang jelas agar bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dan mungkin nantinya juga ada kemudahan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Target paling penting agar fasilitas yang ada di Kartu Tani bisa tepat sasaran," tegasnya.

Budiar Anwar menegaskan, tidak ada cara lain menyelesaikan solusi ini selain pemutakhiran data.

"Semua petani supaya didata karena kemungkinan adanya berubahan data sewaktu-waktu bisa terjadi. Seperti halnya karena meninggal dunia," jelasnya. (Erwin Wicaksono)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved