Breaking News:

Ngerinya Hukuman untuk Koruptor di 7 Negara Ini, Arab Saudi Terapkan Pancung, Bagaimana Indonesia?

Hukuman untuk koruptor di Indonesia sangat berbeda dengan di luar negeri, terutama di tujuh negara ini.

Editor: Alga W
Steemit
Hukuman untuk koruptor di China 

Hukuman untuk koruptor di Indonesia sangat berbeda dengan di luar negeri, terutama di tujuh negara ini.

TRIBUNJATIM.COM - Meski kasus korupsi merajalela di Indonesia, hukumannya seakan tak memberi efek jera kepada pelaku.

Hal itu terlihat dari banyaknya pelaku korupsi yang masih bisa cengengesan dan melambaikan tangan saat ditangkap dan dihukum oleh KPK.

"Karena koruptor Indonesia itu kalau ditangkap itu saya paling jengkel, itu masih cengengesan di TV. Itu, kan, menghina rakyat Indonesia," ujar Mantan Hakim Agung, Artidjo Alkostar, di kantor ICW, Selasa (29/5/2018), seperti dilansir dari Kompas.com.

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Parpol Dinilai Punya Peran Pencegahan Korupsi di Legislatif

Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap, mayoritas putusan perkara korupsi masih terkategori ringan.

Data tersebut didasarkan pada studi ICW sepanjang 2017.

Pada 2017, ICW mencatat total kasus korupsi yang ditangani KPK dan Kejagung sebanyak 1.249 perkara dengan 1.381 terdakwa.

Dari jumlah itu, pada perkara yang ditangani KPK, sebanyak 60 persen divonis ringan atau 1-4 tahun, 33,33 persen divonis sedang (lebih dari 4 tahun-10 tahun) dan berat (lebih dari 10 tahun 1,96 persen.

Adapun vonis bebas dan lepas masing-masing 0 persen dan tidak teridentifikasi 3,92 persen.

Sementara pada perkara yang ditangani Kejagung, 82,40 persen divonis ringan, sedang 11,20 persen, bebas 2,46 persen, lepas 0,41 persen, tidak teridentifikasi 0,82 persen, dan di bawah pidana minimal 2,56 persen.

Mantan Narapidana Koruptor Daftar Pileg 2019, Ketua Bawaslu RI: KPU Harus Menerima Dulu

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved