Peneliti ITS Surabaya Nilai Uji Coba Mobil Hybrid Toyota Tak Sepenuhnya Gunakan Listrik

Total ada enam mobil yang akan diuji, yaitu dua unit Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dua Toyota Prius Hybrid, dua Toyota Altis.

Peneliti ITS Surabaya Nilai Uji Coba Mobil Hybrid Toyota Tak Sepenuhnya Gunakan Listrik
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mencoba mobil listrik Toyota Prius Hybrid di ITS Surabaya pada Jumat (30/11/2018) lalu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Proyek dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk menguji mobil hybrid keluarannya bersama ITS Surabaya dan lima perguruan tinggi lainnya  juga turut menggandeng Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) serta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI.

Total ada enam mobil yang akan diuji, yaitu dua unit Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dua Toyota Prius Hybrid, dan dua Toyota Altis.

Menurut Tri Arief Sardjono, salah satu peneliti dari ITS Surabaya, mobil tersebut diuji dalam berbagai kondisi medan, dengan harapan dapat menempuh jarak rata-rata 50 km per hari.

ITS Surabaya Dipercaya Uji Mobil Hybrid Toyota Bersama Lima Perguruan Tinggi Lain

Peringati Hari AIDS Sedunia, PERDOSKI Cabang Surabaya Gandeng CIMSA UNAIR Gelar Nobar Film

“Walaupun mobil biasa, Toyota Altis yang dipinjamkan digunakan sebagai pembanding dua mobil lainnya yang bertenaga ganda, listrik dan bahan bakar fosil,” tuturnya, Jumat (7/12/2018).

Sistem kerja mobil hybrid sendiri, menurut dosen Teknik Biomedik ini, bukanlah mobil yang sepenuhnya berbahan bakar listrik, meskipun listrik digunakan sebagai sumber energi utama dalam pengoperasiannya.

“Namun saat pasokan listrik habis, mobil akan secara otomatis menggunakan bensin yang tersedia,” tukasnya.

ITS Surabaya & Badan Litbang Kemenhub Gelar FGD Bahas Upaya Pencegahan Kecelakaan Transportasi Udara

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Negeri Malang Berjaya di KMHE 2018

Kendati demikian, Tri menilai sistem mobil hybrid lebih cocok diterapkan di Indonesia daripada kendaraan dengan sumber energi listrik penuh.

“Kita tidak bisa memungkiri, bahwa Indonesia masih memerlukan peningkatan fasilitas pendukung untuk kendaraan listrik,” sambungnya.

Ditanya mengenai pengaruh pengujian mobil ini terhadap riset kendaraan listrik ITS Surabaya, Tri mengaku banyak teknologi yang bisa dipelajari lewat pengujian mobil ini oleh ITS Surabaya.

Hadir di Unair Surabaya, Menlu Retno Marsudi Ajak Arek-arek Suroboyo Paham Politik Luar Negeri

Mahasiswa ITS Surabaya Olah Limbah Jadi Bahan Baku Beton Ramah Lingkungan dan Lebih Ekonomis

Dia memberi contoh, dua mobil hybrid Toyota ini sudah dapat menerapkan artificial intelligence (AI) dalam sistemnya.

“Walaupun kami masih mengembangkan sistem hybrid, namun pengujian ini akan membantu meningkatkan riset kendaraan listrik kami nantinya,” pungkasnya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved