Kemendagri Bantah Sistem Pengamanan KTP Elektronik Jebol

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjelaskan duduk persoalan kasus jual beli Blanko KTP-Eletronik. Kasus ini diduga hasil dari pencurian yang di

Kemendagri Bantah Sistem Pengamanan KTP Elektronik Jebol
KOMPAS.COM
Ilustrasi e-KTP 

Sebab, UU 24 th 2013 jelas mengatur bahwa urus KTP gratis atau tidak dipungut biaya.

"Tidak benar bahwa informasi yang menyatakan bahwa sistem pengamanan KTPel Jebol. Sistem KTPel memiliki system security yang sangat kuat dan berlapis," jelasnya.

Bahtiar juga menegaskan bahwa tidak benar ada pemberitaan yang mengatakan sistem pengamanan KTP-el jebol.

Setiap blangko KTP-el memiliki User ID atau nomor identitas Chip yang membedakan satu dengan yang lain.

"Nomor ini tercatat secara sistematis sehingga dapat diketahui dengan mudah keberadaan blangko KTP-el dan yang siapa yang mencetaknya.” jelasnya kepada TribunJatim.com.

Wilsen William dan Yosafat Bawa Puluhan Model Busana ke Surabaya, Catat Harga Busananya

Menindaklanjuti hal tersebut, Ditjen Dukcapil Kemendagri melalui Sesditjen, I Gede Suratha melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya dengan laporan jual beli dokumen kependudukan Nomor: 180/22887/Dukcapil.Ses, pada hari Selasa 4 Desember 2018 yang lalu.

Permasalahan ini disikapi secara serius kemendagri dan pelaku sudah diproses oleh pihak kepolisian. "Kami himbau agar tidak mempercayai informasi yang beredar diberbagai media sosial mengenai kasus jual beli dan penerbitan dokumen kependudukan illegal yang dapat berpotensi meresahkan masyarakat bahkan memunculkan persoalan lainnya," tegasnya.

Berdasarkan ketentuan Pasal 96A UU No. 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, sudah ditegaskan bahwa setiap orang atau badan hukum yang tanpa hak mencetak, menerbitkan dan/atau mendistribusikan Dokumen Kependudukan dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar rupiah. (bob/TribunJatim.com)

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved