Produksi Jagung Tulungagung dan Blitar Surplus, Kok Peternak Malah dapat Alokasi Jagung Impor

Para peternak di Kabupaten Tulungagung dan Blitar mendapatkan alokasi jagung impor asal Brazil sebanyak 30.000 ton.

Produksi Jagung Tulungagung dan Blitar Surplus, Kok Peternak Malah dapat Alokasi Jagung Impor
TRIBUNJATIM/DIDIK MASHUDI
Ketua HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko melakukan panen raya jagung hibrida di Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Kamis (18/10/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Para peternak di Kabupaten Tulungagung dan Blitar mendapatkan alokasi jagung impor asal Brazil sebanyak 30.000 ton.

Jumlah itu sama dengan setengah dari total alokasi untuk wilayah Jawa Timut, sebesar Rp 60.000 ton.

Nantinya jagung itu akan disalurkan melalui Bulog Sub Divre 5 Tulungagung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suprapti mengatakan, sebenarnya produksi jagung di Tulungagung mengalami surplus.

Setiap tahun kebutuhan untuk pakan ternak hanya sekitar 100 ton.

Sementara produksi jagung tahun 2018 hingga buln November sebanyak 235,468 ton.

Panji Sang Petualang Dukung Menembus Mata Batin Roy Kiyoshi Ditutup Melalui Surat Pecinta Satwa Ini

Jumlah itu berasal dari 34.540 hektar lahan panen. Padahal luas lahan jagung tahun 2018 sebanyak 44.000 hektar.

Sehingga masih ada 9.460 hektar yang belum dipanen.

"Hasil panen kita rata-rata 6,98 kuintal per hektar. Kalau semua sudah dipanen, ada lebih dari 300 ton," tambah Suprapti kepada TribunJatim.com.

Selain untuk ternak, ada serapan jagung untuk industri makanan.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved