Rumah Politik Jatim

Rokma Sutaminingsih Ingin Fokus Pemberdayaan Perempuan: Saya Prihatin Tingkat Perceraian yang Tinggi

Sebagai pendatang baru saya optimis, karena disini saya ada panggilan khusus untuk memperjuangkan sebuah keluarga.

Rokma Sutaminingsih Ingin Fokus Pemberdayaan Perempuan: Saya Prihatin Tingkat Perceraian yang Tinggi
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIQ
Rokma Sutaminingsih 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rokma Sutaminingsih Caleg DPRD Kota Surabaya Dapil 4 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ingin wujudkan pemberdayaan wanita di Surabaya.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, ia sudah menjadi tulang punggung keluarga, karena suami yang terkena musibah dan ekonomi sedang turun, ia melihat perlunya pemberdayaan wanita hadir di Surabaya.

Caleg PSI Dhimas Anugrah Ingin Hadirkan Solusi Apatisme Politik di Kalangan Anak Muda Lewat PSI

"Sebagai pendatang baru saya optimis, karena disini saya ada panggilan khusus untuk memperjuangkan sebuah keluarga, saya juga sangat prihatin bahwa tingkat perceraian itu cukup tinggi," ujar Rokma kepada TribunJatim.com, Selasa (11/12/2018).

Sejak tahun 2012, Rokma mengaku sudah menjadi single fighter untuk menghidupi suami dan empat anaknya.

Ia prihatin ada perkataan kalau orang menikah ini jodoh saya, tapi kalau ada perceraian ini bukan jodoh saya.

"Saya sangat tidak setuju dengan itu, bahwa apa yang sudah disatukan tidak bisa dipisahkan oleh manusia, jadi bagaimana pun kita harus berjuang, tidak dengan ego kita. Kita harus pikirkan sebelum melangkah," jelasnya.

Melalui hal tersebut, Rokma ingin menghadirkan pemberdayaan wanita di Surabaya, agar angka perceraian juga bisa turun, karena faktor ekonomi ikut terangkat.

Ingin Angkat Kapasitas Perekonomian, Caleg PSI Hermana Debora: Saya Fokus pada Ibu-ibu Single Parent

"Saya merasa terpanggil sebagai wanita dan untuk anak-anak. Ini pengalaman pribadi, dan saya ingin mengaplikasikannya di Dapil saya," ujarnya.

Selain itu, Rokma juga menyisipkan pesan agar para wanita terus mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

Ia ingin menghilangkan stigma lama, tentang wanita yang percuma memiliki pendidikan yang tinggi.

"Sebagai kaum muda harus memiliki rasa percaya diri, Karena dulu saya mengalami minder karena gak boleh sekolah tinggi, kepercayaan diri itu sangat diperlukan," imbuhnya.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved