Aksi KPK di Jatim

Jaksa KPK Minta Syahrowi, Mantan Anggota DPRD Kota Malang, Tunjukkan Bukti Pengembalian Uang Suap

Sidang beragendakan duplik diikuti terdakwa mantan anggota DPRD Kota Malang yang jadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (12/12/2018)

Jaksa KPK Minta Syahrowi, Mantan Anggota DPRD Kota Malang, Tunjukkan Bukti Pengembalian Uang Suap
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Suprapto dari PDIP dan Syahrowi dari PKB, 2 terdakwa anggota DPRD Kota Malang Non Aktif beri kesaksian di Pengadilan Tipikor SUrabaya pada Rabu (3/10/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sidang beragendakan duplik diikuti terdakwa mantan anggota DPRD Kota Malang yang jadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (12/12/2018) sore.

Seluruh terdakwa yang terlibat kasus korupsi anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2015 terlihat memenuhi kursi pesakitan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Cokorda Gede Arthana, seluruh terdakwa menyampaikan duplik atas replik yang disampaikan tiga Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, yakni Dame Maria Silaban, Ahmad Burhanudin, dan Andi Kurniawan.

Seusai sidang, JPU KPK, Ahmad Burhanudin mengatakan, pihaknya tetap pada tuntutan sebelumnya.

"Intinya, kami tetap pada tuntutan sebelumnya," tegas Ahmad kepada TribunJatim.com.

Kuasa Hukum Mantan Anggota DPRD Kota Malang Sebut Kliennya Telah Kembalikan Uang Pengganti ke KPK

Ahmad mengimbuhkan, pihaknya juga menyampaikan copy (salinan) terkait masalah Justice Collaburator (JC) yang diberikan kepada Heri Puji Utami.

Tak hanya itu, Ahmad menegaskan, dari sejumlah terdakwa yang diwajibkan mengembalikan uang pengganti, ternyata masih ada yang tak melunasinya.

Terdakwa yang belum melunasi uang pengganti tersebut adalah Suprapto dan Syahrowi.

"Hampir semua sudah mengembalikan, tapi Suprapto kurang Rp 20 juta. Yang menjadi poin penting adalah Syahrowi, juga kurang Rp 20 juta," sambungnya.

10 Mantan Anggota DPRD Kota Malang jadi Tersangka KPK, Dititipkan di Rutan Kejati Jatim

Ahmad menjelaskan, Syahrowi beranggapan dirinya telah membayar kurangan uang penganti senilai Rp 20 juta dari total Rp 150 juta seperti yang diminta JPU.

Syahrawi juga mengaku telah melakukan pengembalian pada 24 Juli 2018 silam.

"Pada 24 Juli 2018 lalu, dia (Syahrowi) bilang sudah melakukan pengiriman. Setelah kami cek pengiriman itu atas nama Abdul Hakim, makanya kami minta untuk membawa bukti aslinya seperti apa. Kalau memang kesulitan silahkan datang ke bank untuk menyetorkan uang ke KPK," tambah Ahmad.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved